Surah Al Fajr (Waktu Shubuh)


 

Disaat subuh menyapa, ayat-ayat ALLOH inipun menyayat hati
makna yang terkandung di dalamnya
meruntuhkan jiwa disaat dirasakan sepenuh jiwa raga
wAKTU SHUBUH - INTERNET













Cah Cinta

Bau hujan masih sama seperti dulu
pun dengan aroma tanah basah sore ini
namun apakah suasana romantis ala SMA di Penataran itu masih sama diingatanmu teman?
Dengan cuacanya yang ranum tapi siang karena rindunya tetesan langit kepada aroma bumi?
Semoga engkau masih mengingatnya teman

Sejenak benak ini menikmati ingatan roman tentang kita
Ternyata Aku hanya cah cinta yang sempat memiliki masa lalu, haha

dan Cukuplah Kesedihan dan Kesenangan adalah milik Sang Maha Pencipta
CiptaanNya cukup menikmatinya sebaik mungkin

Sumber - Internet - Non Komersil

 

Kelas Inspirasi Ponorogo - KIPO

A post shared by Iul (@iulchest) on


Alkhamdulillah, dapat Kaos ini, semoga selalu menginspirasi, aamiin

Bantu Berjamaah

Action Mbeh

Yababe Ponorogo

Ayo Sedekah

Haloooo

Semangat

Berjamaah Memberdayakan

Berbagi Sepatu Untuk Anak Negeri

Foto-foto ini adalah anak-anak di Desa Njrakah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, dimana foto ini diambil oleh Relawan Bantu Berjamaah Ponorogo pada saat survey Lokasi Baksos Berjamaah 2017 di Ponorogo

Mari hadirkan senyum untuk anak negeri, jangan biarkan kaki-kaki mungil mereka berjalan hingga berkilo-kilo meter naik turun bukit untuk mewujudkan impian mereka.

Mari berjamaah, kita hadiahkan sepatu untuk anak-anak di 26 Kota di Indonesia dalam rangkaian acara Baksos Berjamaah


Donasi :
Bank Syariah Mandiri
794 111 111 9
An. Yayasan Bantu Berjamaah
Info : 081 903 719 603

#BaksosBerjamaah #TahunKe4 #26Maret2017 #Serentak26Kota
Mohon Bantu Sebarkan : https://www.facebook.com/BantuBerjamaah.org/posts/1115308101913992


Ada Apa lagi dengan PES 2016?


Wohoi, setelah sekian lama ndak ngulas tema ini, rasanya ndak wes jon hahaha, apa itu ndak wes jon, hanya Tuhan, yang nulis dan orang-orang dekat yang tau, haha

Sebenarnya aku lagi g pengen nulis, cuman masalahnya gini, (ini jadi masalah bagiku soalnya) aku habis di bantai saat main PES kali ini. Gila apa, biasanya orang menganggap gue musuh terbesar, sekarang dipecundangi, yah somsek kali ya hahah ... Gimana ya, karna model permainannya beda, ya sempat shock, kog ngene, kog ngene, nyalahin stik tipis-tipis bisa sih, la yang lainnya nyalahin formasi bawaaan kebiasaaan.

Tapi emang seru kalau aku jadi greget gini, hmm,

Yah, PES terbaru ya yang seri ke 2016, mulai dari tampilan bootingnya kita sudah di suguhi grafis yang ciamik, sampe ciri khas muka pemainnya sangat mirip kale, belum lagi ekspresi-ekspresi sampai selebrasinya ManTOP,



Penampakannya - Capture by Me

Boleh Main Game tapi ingat Sholat, Istirahat dan makan guys, Selamat Mencoba

Demo Menurut Perspektif Komunikasi Politik

Demo adalah sebuah hak konstitusional setiap warga negara yang berada di sebuah negara yang bersistem  “demokrasi”. Hakikat Demo adalah menimbukan efek opini publik yang nantinya memberikan kesan atau citra yang dapat digunakan sebagai senjata untuk menggiring kebijakan publik.

Dalam disiplin Ilmu Komunikasi disebutkan ada beberapa ranah cara pesan yang disampaikan komunikator mampu diterima secara efektif oleh penerima pesan, salah satunya dengan silabus Komunikasi Politik.

Komunikasi Politik ini kemudian mewabah menjadi ilmu yang disadari atau tidak disadari hampir setiap manusia menerapkannya. Hal sepele yang hampir dialami setiap anak kecil ketika dia meminta uang jajan kepada orang tuanya, sang anak kecil akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan keinginannya tersebut,  dan selanjutnya menggunakan segala caranya itu disebut sebuah terapan atau aktivitas komunikasi politik.


Demo Damai 4 November


Ini hanya curhatan “Gedek” sang penulis, saya sama sekali tidak anti non pribumi, dan juga sama sekali tidak mengakui atau menghargai sampai anti Non Muslim. Ini semua termasuk karakter warga negara Indonesia yang sangat toleran.

Saya tidak juga anti Agama diluar agama yang saya yakini, Saya tidak membenci Kitab Injil dan Taurat bahkan saya mengakui kedua kitab tersebut juga termasuk dua Kitab yang diturunkan dari Dua Agama Samawa (Langit).

Tapi kenapa, setelah toleransi kami yang begitu tinggi, dengan mudahnya seorang manusia berani berkata yang menyinggung, RASIS sekali.

Hari ini, hari bersejarah bagiku, saat idealismeku memuncak ketika kuliah, setiap ada teman mahasiswa yang demo, sama sekali saya ndak pernah tertarik dengan kegiatan demo, karna saya tahu, ndak terlalu berguna bagi saya yang pertama, dan kedua bisa saja demo ini tidak terlalu mempunyai tujuan yang jelas ataupun kurang bermakna. Namun, karena ini Agama Saya yang disindir, apa saya hanya mendukung dengan do’a atau hanya acuh saja? Tidak, saya tidak ingin disebut selamah-lemahnya Iman, Akupun bergabung dan melakukan aksi demonstrasi ini.

Saya sangat acuh dengan kata2, demo bayaran, sehingga saya menganggap apapun demo itu entah bayaran atau tidak bayaran tetap saja namanya demo, hanya saja teknisnya yang berbeda. Bagi yang menjadi peserta aksi demo bayaran mereka hanya dimanfaatkan ataupun sedang mengalami simbiosis mutualisme karena siapa yang mengayomi ya itu yang dibela dan bagi yang militan, mereka hanya menginginkan sebuah perubahan saja.

Hari ini tanggal 4 November 2016, beberapa Umat Muslim di Indonesia sedang menggunakan Hak Konstitusinya dalam menentang Ketidakadilan yang terjadi. Ada beberapa yang ingin saya ungkapkan kenapa saya harus demo

Pertama, Saya tidak ingin ada penistaan Agama lagi, setelah ini, ketika hal ini dibiarkan sekali saja, selanjutnya akan adalagi kejadian yang serupa bahkan lebih parah, pun bagi agama-agama lain

Kedua, Saya tidak rela, karna saya menganggap kitab Al Qur’an kami dirasiskan, sangat SARA dan berani sekali ketika ada seorang manusia yang berani berkata yang kurang lebih adalah,”Al Qur’an harus taat pada aturan konstitusi” ini apaan, Setan/ Iblis saja tidak berani, toh kalaupun setan iblis terlihat jahat, mereka pada hakikatnya hanya membujuk, tapi tetap beriman pada Allah SWT.

Saya anggap ketika orang tua anda, saudara sedarah anda ataupun suami/ istri anda dilecehkan apakah rela?, Saya tidak bermaksud menyetarakan Al Qur’an dengan Makhluk, ini hanya analogi yang memudahkan untuk dipahami, ketika anda benar-benar mencintai mereka, anda pasti melakukan sesuatu untuk membelanya.

Akan tetapi, saya sangat menghargai pilihan setiap manusia, karna mereka memiliki pemikiran sendiri, keadaan yang berbeda-beda, sehingga belum tentu yang ikut demo adalah yang baik, karna yang tidak demo pun juga baik karna dengan do’anya yang tulus bisa merubah segalanya, aamiin. Yang tidak baik adalah ketika diam saja ataupun merasa bukan urusannya, tetapi memang tidak semua tidak perlu dipahami :’)

Dan Ketiga, Saya tidak menghendaki warga negara yang kebal hukum, bukan berarti yang melanggar hukum orang yang dekat dengan penguasa atau pejabat sehingga tidak bisa dijerat.

Karna 3 hal inilah yang mendasari kenapa saya harus turun ke jalan, karena bila dengan tangan kita mampu melakukan, itu terbaik, kalau tidak mampu cukup dengan do’at, lalu saya pikir sepertinya saya siap untuk yang terbaik, menurut Ijtihad pemahaman saya tentang agama (jalan hidup) ini.

Bila saja, sesaat setelah terjadi pelanggaran hukum langsung di atasi melalui jalur hukum, mungkin negara tidak terlalu banyak-banyak buang tenaga, waktu dan anggaran untuk pengamanan demo hari ini, gara-gara lidah yang tak bertulang negara banyak dirugikan.


Black Campaign?

Ini adalah soal sudut pandang, darimana pembaca semua memandang dari situlah paradigma membentuk pemahaman. Bila demo ini disinyalir untuk menjegal ataupun melengserkan sebuah jabatan seseorang manusia, ini hanya masalah waktu, atas taqdir Allah kejadian ini terjadi disaat seperti ini. Wahai Bapak Presiden kami meminta ketegasan anda dalam menegakkan keadilan di bumi pertiwi ini, sudah banyak bukti kenapa tidak segera di berlakukan hukum yang adil dan bermartabat? Wahai Bapak Presiden, Bapak Kapolri selaku orang yang diamanahi mengurusi ketertiban negara ini akan segera mengurus ini ketika anda segera memberikan mandat untuknya membereskan kepelikan yang sedang terjadi.

Bila mungkin demo tadi ada penyusup yang memanfaatkan untuk politik praktis semoga segera diberi hidayah, bila demo tadi ada mata-mata atau provokasi untuk memecah belah NKRI semoga segera disadarkanNya, . . .ini semua diluar kendali kami, kami sudah berusaha sekondusif mungkin dan serapi mungkin tanpa huru-hara aura politik negara maupun desas-desus memecah ukhuwah umat.


Lalu apakah ini termasuk Kampanye Hitam? Bagi sebagian yang lain mungkin iya, bagi saya, hanyalah mencari keadilan saja, karna saya hanya seonggok daging yang masih bodoh tentang agama yang saya yakini dan hanya rakyat yang tidak punya wewenang apa-apa, hanya demo yang bisa saya lakukan, bersama-sama mereka yang masih memiliki rasa cemburu yang kuat bagi kehormatan agamanya.

Sang Penulis Bersama Forum Komunitas Umat Islam Bersatu Ponorogo



 Semoga NKRI tetap harga MATI, ya semoga bukan Fasisme yang terjadi

Nilai Prestisius Sebuah Kursi


Kursi Sekolah - Sumber Internet
Oleh : Umi Istiqfaryani

“Woi ini kursiku!”

“Eh itu kursinya si anu loh!”

“Eh, tolong aku cariin kursi dong buat ujian nanti!”

Mungkin kalimat-kalimat diatas sudah sering kita dengar, tidak hanya dalam kegiatan perkuliahan sehari-hari tapi kalimat diatas lebih sering terdengar saat ujian tengah semester ataupun ujian akhir semester berlangsung. Kata orang “tempat itu menentukan prestasi”,  ralat lebih spesifiknya adalah “tempat yang strategis dan aman dari pandangan dosen itu menentukan prestasi”. Akhir-akhir ini terutama saat minggu ujian berlangsung, para mahasiwa datang lebih awal dari jam yang dianjurkan. Kalau biasanya harus datang 15 menit sebelum jam ujian tapi para mahasiswa ini bisa datang setengah jam lebih awal atau bahkan satu jam lebih awal dari jam ujian. Luar biasa !! Rata-rata saat mereka ditanya kenapa demikian mereka akan menjawab, “Cari kursi.” Wow, sepertinya kursi memang harga yang mahal untuk dimiliki. Terbukti bahwa tidak hanya anggota DPR yang mencari kursi, kita para mahasiswa pun juga melakukan hal yang sama meskipun ‘kursi’ disini punya konteks maksud yang lain.

Kenapa ya para mahasiswa ini gak suka duduk di depan ? Bukankah duduk dimana saja itu sama saja ? Bukankah hasil yang diraih nanti juga sama saja ?

Mereka berpikir bahwa dengan mendapatkan tempat duduk yang strategis dan aman setidaknya jika mereka mengalami kesulitan mereka akan terbantu dengan adanya teman yang ada disampingnya atau dibelakangnya. Ibaratnya mereka tak perlu terlihat terlalu menoleh untuk mendapatkan jawaban. Itulah mengapa mereka datang terlalu awal, pokoknya siapa cepat dia dapat.

Yang seharusnya mereka pikirkan adalah tidak semua orang yang mendapatkan kursi paling strategis dapat mengerjakan soal ujian dengan lancar, aman, terkendali. Seharusnya mereka juga harus mempertimbangkan banyak faktor, banyak dari mereka yang sudah semalaman suntuk belajar, sudah mempersiapkan diri untuk berjuang menerjang soal-soal pesakitan tapi sesaat mereka telah memasuki kelas kepercayaan diri mereka langsung turun entah merosot kemana perginya. Ini yang memang menjadi permasalahan para pelajar di Indonesia, mereka tak punya cukup rasa percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Padahal jika mereka bisa, bangsa lain mah kalah. Selain itu, faktor keberuntungan juga dapat mendominasi. Sepintar apapun seseorang tapi kalau nasibnya kurang beruntung hasilnya yaaa buntung.

Salut banget deh buat teman-teman mahasiswa lainnya yang mau datang lebih awal bahkan terlalu awal dari jadwal jam ujian. Saya yakin, mereka datang lebih awal tidak hanya duduk-duduk menganggur. Jika mereka mengetahui kursi-kursi yang berantakan setelah digunakan sebelumnya, mereka akan dengan sigap mengatur kursi sedemikian rupa agar menjadi rapi sehingga saat teman-teman yang lain datang mereka tak perlu mengatur kursi lagi. Jika waktu ujian masih lama mereka juga akan membuka buku dan mengulang pelajaran yang telah mereka pelajari, siapa tahu masih ada materi yang kurang dipahami atau yang terlewatkan. Faktor tempat duduk sebenarnya bukan jaminan tapi mereka merasa terbantu jika mengalami kesulitan. Sebenarnya dari semua yang terjadi hal yang paling diperhatikan adalah “adanya krisis kepercayaan diri.” Mereka sebenarnya mampu, tapi kurang percaya diri sehingga mereka menggantungkan diri pada teman-temannya. Rasa yang akhirnya menjadi saling ketergantungan ini menyebabkan siklus menjadi tak terhenti. Kalau dipikir-pikir ribet juga ya, kita calon pendidik tapi dalam masa pendidikan kita masih saja begini : cari kursi-cari aman-nyontek-selesai-hasilnya lumayan. Bayangkan saat kita besok sudah mulai mengajar lalu melihat anak didik kita juga melakukan apa yang kita lakukan dulu, apa yang akan kita lakukan ?? Pasti senyam-senyum :)




Birunya Cinta Kita

Tanggal 24 September 2016 ternyata telah menjadi takdir kami
hmm, ya itu hari sakral kami, kesaksianku di saksikan dihadapanNya dan kedua orang tua kami


Ijab Qobul dan Keempat Orang Tua 

Ibu, mungkin dia menangis melihat "kesanggupanku" menikahi seseorang yang akan menggantikannya mengurusku

Bapak, menerobos protokoler agar hanya bisa melihat prosesi sakral kala itu, dan tidak lupa merangkul dan mencium pipi kiri setelahnya, sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya

Ibu Mertua, saya tidak menyaksikan pastinya, hanya mendengar cerita dia hanya mencoba menenangkan ibu saya saat itu

Bapak Mertua, aku cukup mengenal beliau, dia adalah orang yang tenang, namun beda pada saat itu, saat dia sendiri yang menjadi wali pernikahan putrinya (tanpa orang yang dipasrahi) tangannya nggregeli yang cukup heran batinku , . . .

Bismillah

Alkhamdulillah


Ya Allah Ampuni dosa kami, dosa keempat orang tua kami
Mudahkanlah kehidupan rumah tangga kami, aamiin aamiin

Menguak Fakta Sains Modern : Bumi Memang Datar

Bumi (di Siman) memang datar
Aku teringat dengan perkataan teman saya, dia adalah mahasiswi jurusan hubungan internasional di salah satu universitas swasta di Yogyakarta, dia juga salah seorang jurnalis, yang menyukai hal terselubung, menguak fakta-fakta disekitar yang memang perlu untuk diketahui. Sebut saya namanya Rina.

Pada saat itu kami mengobrol di kantin kantor dan membahas masalah yang tidak begitu menarik bagi beberapa kalangan, namun bagi profesi kami sangatlah menarik, yakni hal terselubung. Hal terselubung itu berujung pada kisah kaum penguasa elit dunia, Illuminati, tanpa basa-basi aku bertanya kepadanya, “kenapa ndak melakukan mbuat penelitian terkait illuminati?” Yang memang background pendidikannya dididik mengenal isu-isu global, yang aku pikir mungkin klau dia mampu membuat penelitian itu bisa bermanfaat bagi umat manusia (yah pikiran kaum-kaum penyuka teori konspirasi ya begini, cenderung meninggikan manfaat spionasenya, haha, tapi gak semua begini, akunya saja kaleee).

Dia bilang, “Teori Konspirasi itu tidak boleh dipakai untuk penulisan ilmiah (skripsi), kan teori konspirasi sampai kapan pun tidak pernah bisa dibuktikan”

Well, tulisan diatas hanya sekapur sirih, ya semacam prolog dari tema besar bulan-bulan terakhir yang bertendensi mengacaukan keyakinan dan pemikiran beberapa orang disekitarku, The Earth Is Flat.

Pada dasarnya. Semua teori itu bisa dibuktikan, meskipun butuh pemikiran dan percobaan yang bertahun-tahun, pun teori bahwa bumi itu datar. Seribu satu cara untuk membuktikannya memang tidak begitu berguna bagiku, namun hitam putih misterinya ini yang mengusik kebenaran fakta sains modern.

Di Dalam Al Qur’an, Allah menyampaikan pesan bumi telah dihamparkannya, Nah hampar itu bukan berarti datar, namun juga bukan berarti bulat. Lalu?

Allah pun menantang makhluknya bagi siapa saja yang ingin pergi ke luar angkasa, seperti yang diabadikan dalam Qur’an. Yang kurang lebih tafsiran Depagnya kalau saya interpretasikan dan tidak salah (mohon koreksinya) adalah, “Wahai sekalian manusia dan Jin apabila kalian ingin mendaki langit (luar angkasa), dakilah, kecuali dengan “Sulthon”. Sulthon bisa diartikan kekuatan, kekuatan disini saya tafsirkan sebagai sains.

Pelbagai hal telah dibuktikan sains, termasuk menemukan roket, baju astronot, gaya gravitasi dan lain-lainnya yang kesemuanya ada kaitannya dengan kosa kata untuk mendaki langit.

Pertanyaan besarnya, siapa yang sudah memiliki kekuatan tersebut, buktikan dan berikan fakta yang komprehensif tanpa ada motif tertentu sesuai dengan aslinya bahwa bumi itu bulat atau datar, sedatar perasaanku pada mantan jaman SD-ku :D

"Kamu tahu dimensi paralel? dimana kita yang berada di suatu tempat dengan kondisi yang sama, namun kita melakukan hal yang berbeda satu dengan yang lain" You Are The Apple of My Eye

Udah gini saja, waktu sudah malam, ikan sudah bobo




Rilis RSUM PO

Ponorogo, 19 Syawwal 1437 H atau yang bertepatan pada tanggal 24 Juli 2016 M, RSU Muhammadiyah Ponorogo resmi melantik jajaran direksi periode 2016 - 2020, dengan dilantiknya kembali dr. Iwan Hartono, M. Kes selaku direktur dan dr. Iis Kartika selaku wakil direktur.

Tanda Tangan Berita Acara Pelantikan
Pelantikan Direksi : dr. Iwan Hartono M. Kes (Jas Hitam) dr. Iis Kartika (samping kanang) dan Drs. H. Maftuh Bahrul Ilmi (Jas Coklat)

Prosesi pelantikan tersebut dilakasanakan di RSU Muhammadiyah Jalan Diponegoro No. 50 Ponorogo oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo, Drs. H. Maftuh Bahrul Ilmi. Acara pelantikan ini bersamaan dengan dihelatnya halal bi halal keluarga karyawan, bersama stakeholder dan perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo . Dalam Acara halal bi halal kali ini juga dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof. DR. Thohir Luth, MA, MPKU PWM Jatim, dr. Rini Krisnawati, MARS dan dari ortom seperti Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Ponorogo, beserta rekanan-rekanan rumah  sakit.