Seuntai Laman Untuk Wanitaku



Masih ingatkan dirimu dengan cantiknya senja? pada hamparan luas persawahan di Takeran?
dikala itu suara burung -burung mulai berkicau di saat sore yang mulai beranjak pergi

Kita berdua menikmati lukisan Tuhan di alam ini ...yah seperti itulah rasa ini, dirimu bagaikan sepoi sepoi angin yang mampu meluluhlantahkan daun-daun pepohonan yang kering, seperti rontoknya kepalsuan cinta yang lama ada pada dalam hati ini
Karna ketulusan hatimu
engkau kuatkan kaki- kaki ku untuk tetap berdiri
kau tajamkan mataku untuk menatap jauuuuh kedepan, jauh...jauh kedepan
Disaat diriku membutuhkan apa itu cinta yang tulus,
emosi, perasaan dan senyumanmu berikan rasa aman akan permintaanku
Karna dirimu, rumput kering itu tak akan tumbang oleh topan
Terima Kasihku pada Tuhan yang telah mengirimmu untuk ku saat ini,
Wanitaku,
setelah ibu engkaulah Malaikat yang dititipkan Tuhan untuk  menuntun hidup ku ini

19-April-2012
12:38
Di saat matahari sedang membakar rinduku padamu, bersama semilir angin sejuk, cintaku yang akan memelukmu wahai kekasih
Reactions:

0 comments: