Cinta Itu Perlu Pengorbanan

Tepat pada tanggal 13 dzulhijjah, ibadah umat muslim yang telah lama menjadi perintah agama akhirnya selesai di jalankan. Ibadah qurban yang telah di amini dan di imani umat muslim di seluruh dunia, di mulai dan dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 13 di bulan islam ( dzulhijjah ) sesuai dengan penanggalan kalender hijriah.

Salah satu ormas islam di Indonesia, Muhammadiyah, turut menyumbangkan hewan qurban di bulan yang penuh cinta ini. Ranting kertosari Ponorogo mengalami peningkatan dari segi jumlah sumbangan hewan qurban dari 6 ekor lembu dan 3 ekor kambing menjadi 6 ekor lembu 4 ekor kambing. Panitia idul qurban ini di laksanakan oleh jama’ah masjid Baytul Muttaqin yang dimana masjid ini merupakan pusat kegiatan Muhammadiyah di kelurahan Kertosari.

Suasana penyembelihan hewan qurban berlangsung ramai, kompak, dan semangat. Tidak seperti tahun - tahun yang lalu, kali ini panitia idul qurban yang hadir membludak yang tidak pernah terkira sebelumnya. Hal ini membuat aktivitas penyembelihan hewan di ranting berjalan dengan sangat cepat. Dari ibu-ibu di bagian dapur yang bertugas mengolah daging ataupun dengan aktivitasnya dalam menimbang – nimbang daging dengan takaran yang telah di tentukan, sampai bapak – bapak dan pemuda - pemuda yang bertugas menyembelih ataupun mengangkat-angkat hasil daging kurban yang sudah di potong-potong untuk di bawa ke dapur.

proses penyembelihan hewan qurban
penyembelihan hewan qurban
Untuk takaran daging kurban, panitia mematenkan timbangan seberat enam ons. Selanjutnya, setelah di hitung ada sekitar 300 kantong plastik yang berisi 6 ons daging kurban yang siap di distribusikan kepada warga kertosari ranting Muhammadiyah. Jumlah tersebut di dapat dari enam ekor lembu dan empat ekor kambing yang disumbangkan oleh jama’ah masjid. Meningkat 1 ekor kambing dari tahun sebelumnya yang hanya 3 kambing.
kantong daging kurban
Meski di katakan lancar, namun juga sempat ada tragedi “sapi ngambek” kenapa saya sebut begitu, karena ada dua sapi atau lembu yang mengamuk dan sulit untuk di jatuhkan. Hal itu sempat membuat warga panik sekaligus tertawa yang dalam arti panik karena takut kalau malah lepas dan menyerang warga, ataupun tertawa karena keunikan sifat sapi saat melihatnya penuh dengan ketakutan. Sedikit bergurau, mungkin nasib terbaik bagi sapi ataupun kambing adalah tidak di lahirkan, namun ini adalah perintah-Nya yang wajib dilaksanakan sehingga hewan kurban ataupun pemilik hewan kurban harus benar-benar rela/ridhlo agar mendapatkan tujuan utama dalam hidup di dunia yang juga merupakan kunci surga, yaitu ridhlo illahi.

Berlangsung dua hari dari hari Jum’at (10 dzulhijjah) sampai hari Sabtu  (11 dzulhijjah), kegiatan ini di mulai setelah sholat idul idha (jum’at) sampai sebelum dhuhur, dan jam 07.30 sampai 13.30 siang hari (sabtu). Suasana pengambilan daging kurban berjalan sebagaimana mestinya. Bagi mereka yang menyumbang hewan kurban diberi dengan takaran yang lebih dari yang tidak dan juga jatahnya itu diantar sampai ke rumah yang bersangkutan sebagai ucapan terima kasih jama’ah masjid atas kerelaannya menjadi shohibul qurban. Bagi warga yang jatahnya tidak diambil sampai hari menjelang siang, beberapa panitia juga mengantarnya sampai kerumah warga yang mungkin dikarenakan tidak adanya tenaga pengambil, contoh kecil suatu rumah yang hanya dihuni oleh anak-anak yang sedang di tinggal dirumahnya sendiri karena orang tuanya sedang bekerja. Untuk yang lainnya berjalan normal, para warga yang sudah mendapatkan girik langsung datang ke lokasi penyembelihan kurban dan meminta langsung kepada panitia dengan menunjukkan bukti giriknya.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun yang dimana sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim seluruh dunia di hari raya idul qurban, atau idul adha seperti saat ini. Semoga dengan idul adha, kita semua umat muslim menjadi makhluk yang taat dan patuh kepada-Nya. Amin

Dengan berkorban, kita telah menunjukkan bukti cinta yang tulus itu kepada Alloh dan sesama. Allohuakbar wa lillahilkhamdu

Reactions:

0 comments: