Sebuah “Cerpen” dari Avenged Sevenfold



Avenged Sevenfold
Matt Shadows, seseorang yang mempunyai tipikal suara berat dan tinggi. Mampu mengkolaborasikan sentuhan core dan metal di setiap olah vokalnya telah menobatkannnya menjadi Lead Vocals berkarakter. Rasanya sulit menikmati hasil cipta dan rasa dari Avenged Sevenfold jika sudah berganti vokalis.

M Shadows

Jhonny Christ menjadi pencabik bass AX7 (avenged sevenfold) keempat setelah pilihan menjadi anggota permanen jatuh pada tahun 2003. Dia bergabung resmi setelah Matt Wendt keluar pada tahun 2000, Justin Sane (2002) dan Dameon Ash (2003). Meskipun dia merupakan salah satu dedengkot terciptanya band semi underground ini. 

Jhonny Christ
Kemampuan sang maestro-maestro Gitar tentu sudah tak terelakkan dari band ini, dipilihlah dua master penyayat nada hardcore dengan berbagai karakternya, Zacky dengan ciri khas kidalnya memberikan tampilan yang unik dan Synyster dengan “urakannya” dalam mengeksploitasi efek-efek nada yang ada. Sesekali mereka pun juga membantu M Shadows menjadi backing vocals dalam beberapa lagu. Skill dalam bermusik mereka sudah sejajar dengan beberapa maestro gitaris legendaris, sebut saja Slash (Gun N’ roses), terbukti pada tahun 2009 mereka bermain satu panggung di pentas “ Rock On The Range” di LA (Los Angles) pada album solonya Slash di dalam lagu “nothing to say”. 

Sang Maestro Gitar (zacky & Syn)

Synyster Gates
Zacky Vengeance

Penggebuk drum ini diplot sebagai pengatur, karena di dalam sebuah band sang drumer menjadi pengatur sukses tidaknya dalam penggabungan kesemua suara, nada instrumen ataupun tempo. Meski tidak terlalu terlihat aksi panggungnya namun urgent-nya “The Rev” pantas menjadikannya sebagai jendral di arena pentas panggung .
"The Rev"
 
Saat ini Avenged Sevenfold sudah berhasil mem­- branding image- kan sebagai salah satu band Amerika yang mempunyai ciri khas hentakan aransemen yang lumayan berisik, dengan tempo lagu yang cepat serta balutan melodi yang menyayat dari setiap lengkingan-lengkingannya. Berasal dari Huntingtong Beach, bersatunya jiwa-jiwa musik dari M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, dan Jhonny Christ telah memberikan sumbangsih lepada dunia terhadap jenis musik hardcore yang berbeda meski melihat genre tidak jauh berbeda dengan pendahulu-pendahulunya, seperti SOAD ( System Of A Down), Dragonforce, Lacuna Coil, Hatebreed dan Disturbed. Namun setidaknya mereka hadir membawa panji ciri khasnya sendiri.


Perubahan


Masih berumur belasan tahun dan singkat cerita mereka berempat, M. Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Matt Wendt masih bersekolah menengah atas. Tepatnya tahun 1999, band yang juga disebut-sebut mengusung gaya punk selain beraliran metalcore dan hardcore ini pada awalnya terbentuk hanya beranggotakan empat orang saja.. Bergabungnya dua personil pada tahun 2000, Synsyter Gates dan Jhonny Christ pada tahun 2003 membentuk avenged sevenfold sebagai band yang utuh. Akhirnya mereka pun menampilkan anggota penuh pada album perdananya pada tahun 2001 (Sounding the Seventh Trumpet).
Sebenarnya formasi yang ada sudah banyak mengalami perubahan dimana band yang beraliran Hardrock ini sudah memiliki empat mantan anggota yaitu “The Rev” Sullivan, Matt Wendt, Justin Sane dan Dameon Ash. “The Rev” yang meninggal karena di kabarkan terkena serangan jantung yang diakibatkan dari overdosis alkohol pada tahun 2009, dan tiga mantan punggawa bass yang kurang diketahui apa sebab dari keluarkannya mereka dari band.

Dengan memiliki dua gitaris, band ini semakin lengkap dengan nada aransemen. Sebelumnya pada posisi ini hanya di gawangi oleh Zaky, bergabungnya Synsyster memberi sentuhan baru pada musikalitas band. Synsyter menjadi lead guitar di dampingi Zacky di posisi rhythm guitar. Hampir di semua lagu karya AX7 dia menjadi pemimpin atau front man di posisi aransemen gitar. Menjadi hal yang sangat menarik bagi band yang telah berkembang genre dan konsepnya selama kurang lebih satu tahun dipentas musik dunia, mampu menampilkan duet kolaborasi dua gitaris bertipikal menenggak disetiap karyanya.

Pergantian yang baru-baru ini adalah masuknya angota tambahan di album Nightmare, yaitu mantan drummer Dream Theater, Mike Portnoy dan mantan drummer Confide, Arin llejay. Setelah dikabarkan Portnoy tidak lagi menggantikan posisi The Rev, Arin lljay datang untuk di daulat menggantikannya.
Pada tanggal 24 September 2012 kemarin, mereka merilis lagu yang berjudul “ Carry On” yang merupakan soundtrack dari game “Call Of Duty : Black Ops”. Beberapa materi album yang telah menjadi biografinya antara lain, pada debut pertamanya yaitu Sounding the Seventh Trumpet (2001), dilanjutkan dengan Waking the Fallen (2003), City Of Evil (2005), Avenged Seven Fold (Self Titled Album 2007), dan yang telah dirilis dua tahun terakhir, Nightmare (2010). 

7foldism, adalah penggemar avenged sevenfold diseluruh penjuru dunia, band ini telah membius para pendengar-pendengar setianya hingga sampai di republik kita ini. I love you ! Will you stay forever ? Where you can stay? You can stay awake forever,  i love You AX 7. 

Buatlah band yang berkarakter, yang konsisten mempertahankan prinsip, anak band Indonesia pasti bisa seperti mereka, ditiru yang baik dan keprofesionalitasnnya saja. Sekian cerita pendek dari 7foldism semoga ulasan singkatnya mewakili perasaan yang utuh dari AVENGED SEVENFOLD.





Reactions:

2 comments: