Magang di PT Telkom Yogyakarta


Ruangan yang nyaman, suasana yang kekeluargaan itu telah menjadi saksi bisu kisah Kuliah Kerja Komunikasiku.

seperti inilah suasana kerjanya

KKK (Kuliah Kerja Komunikasi)

Tanggal 10 November 2012 aku datang dengan maksud dan tujuan yang bulat untuk mencari pengalaman dunia kerja di tempat ini, P.T. Telkom kandatel Yogyakarta. Aku langkahkan kaki ku dengan mantap, meski selalu ada keragu-raguan, apa iya seorang diriku ini magang (KKK) di tempat seperti ini? Tanda tanya besar selalu menghantuiku mulai sore hari setelah ku angkat telpon dari bagian HR nya yang menyapaku dan menanyakan kesanggupanku di waktu siang harinya.

Sejak saat itu lah, sore hingga malam (tanggal 9 Oktober) aku mulai gelisah dan cemas, BUMN terbaik di nusantara ini apa benar-benar mau menerimaku, apa aku bermimpi..mungkin terlalu berlebihan dalam merangkai kata tapi itulah gambaran suasana pikiran dan hati yang berpendar kecemasan saat itu. Mengapa diriku seperti ini? Mungkin karna aku merasa belum siap dengan keilmuwan yang ku timba di bangku perkuliahan, atau mungkin saja aku adalah orang yang pencemas . . .

Dengan niat hanya menyerahkan portofolio dan beberapa persyaratan lainnya sebagai syarat sahnya di terima di tempat ini, aku lupakan ketakutakan dan kecemasanaku, ku bernikan diriku meski dalam balutan ketakutan,  “Pagi bu Narti, saya Aulia, kemarin di telpon pak Sugeng untuk menyerahkan ini”...oh yang mau magang itu ya dek? Iyaa bu, . . .


Singkat cerita itu begini, . .

Bukan seperti yang ku kira, dengan niat yang singkat malah menjadi hal yang padat pada hari itu,
LANGSUNG MAGANG !

(Shock Therapy),...ayo saya antarakan ke ruangan mu, sahut bu Narti...
Masuklah aku ke ruangan sekretariat kantor ini, disinilah kisahku dimulai . .
Aku mulai menooleh ke arah kanan ku, ada sosok gadis oriental, pertama kulihat terkesan tua (maaf), pikirku apa ini PL (Pembimbing Lapangan) ku kelak? Hmm..dengan baju berwarna Hijau Tosca dia menyapaku, hai..
Setelah ku pahami, dia adalah gadis yang supel. Dia bisa berkomunikasi dengan santai meski dengan orang yang baru dia kenal. Tirsa Stepani, itulah namanya, Tir, begitu aku memanggilnya.
Beberapa jam setelah pertemuan ku dengannya, datanglah ibu-ibu dengan hijab yang menghiasi auranya,” haloo adek. .dia menyapa kami berdua,  . . . eh tir itu siapa? Itu ibu nya, ibu PR (Public Relation) nya kantor ini... OOOOooh...namanya siapa? Ibu Eni Tri Astuti.
Menurutku ibu ini sangat ramah, perhatian, tapi kadang ya namanya ibu-ibu lucu juga, hehe . .  sampai-sampai kita berdua suka usil terhadapnya, pastinya otak keusilan ada di pikiran saya dan saya ajarkan kepada teman ku ini untuk meramaikan obrolan dan mempererat tali persahabatan. Karna kalau tidak usil itu bukan saya . .yesssss


partner in crime

Hari pertama ku berjalan,....
Meski masih gugup dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang ada disana (kebetulan sekretariat ini adalah ruangan yang sering dan memang menjadi jujukan setiap tamu dan para pejabat Telkom untuk hanya sekedar mengobrol atau berdiskusi), aku selalu berusaha untuk membiasakan semua sampai hal itu terasa menyenangkan.
Hari pertama langsung kebagian jobdesk (job description), mereportase dan mendokumentasi kegiatan di lantai 3, memegang kamera pun sempat membuatku gak percaya diri, nanti hasilnya bagus nggak yaa, tapi karena sifatku yang penting mencoba....akhirnya sok bisa...aku mulai berjalan di tengah para pejabat yang sedang rakor itu dengan PD- nya pret . . . jepret. ...jepret....sssst
Setelah selesai mendokumentasi, saatnya belajar lagi dalam hal pembuatan rilis. Namun pada hari pertamanya, aku hanya membuat closing nya saja karna saat itu Tirsa sudah membuat beberapa paragraf yang dia fikir tulisan ini hanya perlu ditambah sedikit kalimat saja, aku berfikir closing nya saja yang ku buat. . .
Hari demi hari, diriku yang dulu pernah tidak PD karna keraguanku terhadap kemampuan profesionalku, telah dihajar habis-habisan sama partner in crime ku haha...kenapa aku sebut seperti itu, hmm karna dia adalah teman yang bisa diajak baik dan buruk...^_^, buruk dalam arti iseng dan usil.
Mungkin aku pernah belajar membuat rilis, namun saat di tempat kerja aku kehilangan kepercayaanku, . . eh tir disini kegiatannya apa saja ya? Ya merilis, mendisposisi surat, kunjungan..oh gitu (langsung spontan diriku menjawab), waduuuh aku gak bisaa e....dia menyahut,...eee....??? La kamu kuliah diajarin apa? Aku gak mau kalah, ...ya diajarin kayak gitu tapi ya gak paham..! @@#$%^& (benar-benar gila) . .

Hmm. . .
P2K3, sebuah sistem keamanan dan keselamatan dalam kerja di telkom. Dari pagi sampai menjelang sore saya mengikuti kemanapun GM (General Manager) pergi utnuk mengambil gambar sekaligus mencermati apa yang diarahkan kepada para pejabat (yang bertanggung jawab terhadapa P2K3) dalam meng-cross check ulang titik titik yang harus dibenahi atau disingkirkan di kantor kesayangan demi keselamatan karyawannya dalam bekerja.

Di sinilah titik balik dalam kehidupan ku bermula,.. 

Dahulu aku, adalah . . .

Orang perantauan dari kota kecil di Jawa Timur, yang hanya belajar dalam kepungan tembok yang belum pernah teraplikasikan ilmu yang dia dapat. Merasa yang paling benar, paling pintar, namun setelah terjun ke dunia real barulah aku tahu inilah hidup.
Sesaat setelah selesai reportase di seluruh bagian kantor, kami melaksanakan sholat dhuhur berjama’ah dan berakhir di kantin kantor untuk beristirahat, “dek, sahut pak Dibyo, nama panjangnya Sudibyo, nanti dibuat rilis yaa..sini tak beri tahu apa saja yang harus kamu tulis . .
Blaaa blaaaa blaaa . . . 

Setelah selesai makan dan berisitirahat sejenak..aku kembali ke lantai dua (bag. Sekretariat) untuk merangkum poin-poin penting tadi, aku rangkai hruf per huruf, kata perkata, paragraf per paragraf akhirnya jadilah sebuah tulisan. Yang membuat aku sedikit bangga setelah rekan kerja ku bilang, ...”hebat, sempurna tulisanmu, ini kalau masuk riis jenisnya yang ini...(saya lupa apa jenisnya) . .” . . .yayaya aku sudah cukup puas dengan hasilku pada waktu itu,

Nah, mulai itulah semenjak ada kegiatan atau kunjungan, disitu pulalah sebagian besar jari-jariku yang pasti menari-nari di papan keyboard. Selama kami magang aku lebih sering yang merilis dan Tirsa yang memotret sebagai kegiatan dokumentasi. Aku mulai melihat potensiku dalam hal tulis menulis, aku mulai menyukai dunia ini sesaat setelah kerjaku cukup memuaskan untuk kantor. Seperti yang telah dikatakan pacar sekaligus sahabatku Umi Istiqfar, cukup simple saat menasehatiku dan membangun karakterku dalam hal ini, “suatu saat kamu akan tahu” aku mulai menyadari dan merasakan betapa enaknya menulis itu. Menulis membuatku hidup dua kali, saat aku menulis aku merasa lebih hidup, dan saat tulisanku di baca, aku selalu hidup di benak mereka, hmm. . . mungkin itulah filosofiku dalam memandang passion yang baru terasa nikmatnya sekarang ini.
.      . .
Kegiatannya adalah . . .

haha, narsis dolo . .(in)


Menerima telepon, menggandakan data, merekap data, mengikuti kunjungan, rilis, mendokumentasi, online, usil, ..yah dari yang resmi dan tidak resmi tidak dapat aku tulis disini nanti saya takut kalau tulisan ini memaksaku untuk membuat novel :p . .

Sebenarnya banyak hal yang ingin ku ungkap disini, namun apalah makna dari waktu, waktu sebulan adalah waktu yang sangat lama bila kita tidak mampu menikmatinya. Namun sangat tidak terasa jika kita bisa menikmatinya. Seperti halnya bertemu dengan kekasih yang sangat jauh tempatnya, mendetikkan tahun saat bertemu dan menahunkan detik saat berpisah, banyak cerita disana begitu pula banyak pengalaman dan ilmu yang ku dapat disana. Aku bertemu dengan PL ku yang sabar dalam membimbingku, rekan kerja ku yang juga membimbingku dalam membuatku lebih percaya akan kemampuanku, petugas CS yang bersahaja, tanpa pamrih dalam bekerja, yang kesemuanya itu sangat berarti untukku



Pak Dar . . 

Sangat mengetuk batinku ketika aku bertanya, bapak disini nge kos ya? (yang ku tahu dari bu Eni, pak Darsono itu asli Klaten dan bekerja di telkom sebagai cleaning service) iya mas, la bapak berapa hari sekali pulang? Seminggu sekali,? Keluarga di kalten pak? Iya mas,...seketika hati ku leleh bagaikan garam di dalam panasnya air . .terketuk melihat ketulusan bapak ini . .dia harus rela meninggalkan anak dan istrinya, bukan hal yang lama untuk bertemu dengan keluarga kalau hanya satu atau dua hari dalam seminggu. Dia yang sudah pagi sekali bekerja untuk keluarganya, untuk keluarga berarti untuk kehidupannya. Membersihkan kantor sudah menjadi kewajibannya, dan sangat jelas air muka bapak itu, dia hanya bekerja karna Tuhan dan keluarganya...teduh melihat wajahnya yang khusyu’ dan ikhlas itu. Seiring berjalannya waktu, sosok Darsono, adalah orang taat beribadah, sering kali ketika aku pergi ke masjid kantor untuk melaksanakan perintah-Nya, aku melihatnya penuh khusyuk dalam berharap daam memohon kepada Tuhannya, dari kejauhan saya hanya bisa mengamini apa yang dia harapkan . . 

Pak Darsono, adalah satu dari beberapa pemandangan sejuk di kantor ini. .

 . . . . .
Waktu sudah berlalu, hampir 3 minggu aku belajar bekerja profesional disana, berkurangnya waktu itulah yang juga membuatku sedikit kehilangan di dalam diri, semoga dia membacanya, karna menurutku karna dia juga aku bisa seperti ini,..hal yang ku maksud rekan kerjaku, Tirsa. Tirsa yang datang seminggu sebelumku pasti akan selesai satu minggu sebelum ku. . dia tanggal 4 November 2012 selesai. . aku hanya menikmati saat-saat terkahir bersamanya,  . .

Dengannya aku sering bercerita tentang masa depan, tentang hubungan kekasih, tentang pendidikan, bahkan sampai perpolitikan yang sedang dilanda oleh Jokowi. Kami berdua juga tidak sungkan bercerita tentang hal-hal yang privasi, memang partner in crime. . . .eh tir, lihat tuh, mbak-mbaknya itu seksi yaa?..hahah..iyaa, kenapa? Pengen?...haha taulah...hal seperti itu menarik bagi kaum adam...Kasihan, sahutnya...dasar!.

Dan beberapa obrolan yang menarik dimanapun kita berada, entah di PLASA, di Kantin, di ruangan tempat kami magang ...hmm,,,,dan akhirnya hubungan kerja kami berakhir pada hari jum’at tanggal 2 November 2012 karna sabtu kan gak mungkin masuk, hehe

Hari senin dia mau ke kantor lagi (mau mabil data dan nilai), tapi karna ibunya tidak ada ya aku bilang saja, gak ada...jawabnya, “yasudah besok selasa aja li...li (panggilan buatku) Li? Liliput??? . Selasa pun tiba namun rasa itu telah berbeda, bukan rasa yang apa loo yaa....rasa sebagai rekan kerja sudah hilang, dia sudah orang lain..dan rasanya sudah seperti sendiri . .

Seminggu terkahir di kantor adalah hal yang aneh setelah sebelumnya selalu ada orang yang diajak usil sekarang harus lurus-lurus saja. Terkadang perasaan tidak PD itu muncul lagi karna saat bersamanya, aku lebih bergantung kepadanya, terutama dalam hal memperhatikan ibu, ketika ibu pengen belanja buat keperluan tamu dan kantor, Tirsa, Ibu pengen makan, Tirsa, ada telpon masuk, Tirsa (suara cewek kan lebih mantap hahah)..ya sejak saat itu urusan cewek datang di dalam kehidupanku..ya ampuuun ! beraaat aku gak tauuuuuuuu buuuuuu.....KAMU KOG GITU DEKKKKK :p hahahahahahahahahhaahahah (cuman bercanda itu, yang pasti aku selalu membuat ibu ku yang satu ini bangga, meski harus sok sok an........aku selalu sok tahu ketika ibu bertanya sesuatu, dek kalau beli ayam goreng kamu pilih yang mana? Yang t*joyo atau di Kr**ta, aku dengan cuek, la yang ayam kampung yang mana buk? Semuanya dek (waduh matiiih kih,) untung ada ide lagi, lebih ekonomis mana buk? Yang di t*joyo dek ? hmm ya mending disitu saja buk, lebih ekonomis (maklum tanyanya sama anak kos )

Setelah aku konsultasi sama Tirsa melalui BBM, tir, ibunya itu gimana ya, aku gak tahu apa apa e masalah yang begituan, contohnya kemarin, aku ditanyain masalah konsumsi, dimana belinya lah, belinya enaknya dimana dan seabrek pertanyaan dapur yang lainnya  . .yasudah, ya aku beri saran yang penting murah,...Dia menjawab, ibunya itu yang penting kualitas, harga gak jadi masalah..OOOooooh...ya maklum  . . . teet ...tettt ...tett

Minggu terkakhir adalah waktu intim ku dengan para staf, dan ibu PL ku, aku sering berkomunikasi dengan mereka, rekan-rekan kantor, satpam kantor juga, oh iya ada cerita juga dari pak satpam yang mengawasiku dari plat nomor motor ku AE.

Mas dari Ponorogo ya? Iya pak . .. . .*terus ngobrol ngalor ngidul)
Ternyata ada juga yang dari Ponorogo, eh rumahnya juga Kertosari, alamaaaak ni dunia sempit juga yaaaa, . . . cuman karena beliau sudah merantau sejak muda, aku gak kenal dengan tetangga jauh ku ini. Hmm Lanjooot....(ariel style) hitung-hitung sekalian berpamitan karna sebentar lagi sudah selesai, aku sering main ke ruangan-ruangan pegawai yang lain.

Meski dari ibu Narti dan Ibu Eni masih dan selalu menyuruhku untuk nambah waktu magang, namun, aku tidak bisa karena di perkuliahan masih ada satu mata kuliah yang harus diambil karna remedial. Hoho . .*maluuu
Beautiful goodbye, thx for the knowledge, life, love, live an truth with your believing to me Telkom . .
I Love You, 

Hari Jum’at pun tiba, tepat hari teakhirku KKK. Karna tanggal 10 jatuh hari sabtu yang dimana merupakan hari liburnya pegawai maka jum’at pun aku menyatakan pada diri sendiri, aku selesaaaaaaaaaaaaaaai...meski hari selasa minggu depannya harus balik ke kantor untuk meminta data dan sekaligus mengembalikan bagde telkom.
badge

Dengan berat ibu Eni melepasku, “dik, kita masih bertemu lagi kan?..Aku bilang, “iya bu, tidak ada kata pisah kalau untuk ibu,” dengan sedikit menggodanya, hehe ..hmm..banyak kenangan disana, dan kesemuanya itu telah menjadi kenangan tersendiri bagiku, begitupula menjadi sebuah alunan proses untuk ku lebih baik di kemudian hari. Amin





Reactions:

11 comments: