Tentang Satria FU


Menurut gue, kenderaan ini cocoknya buat city-city (kota-kota), seperti M-SHOOT ini, motor gue yang sudah  setia menemani suka dan dukanya kehidupan gue. Dari sejak punya pacar di SMA sampe kuliah, motor ini selalu mau gue bawa kemana hati ini mau, yess, good men.
Ada beberapa unek-unek yang ingin gue share, yang pasti dari pengalaman gue sendiri tentang motor yang telah lama memberikan gue tumpangan.

Kurang Nyaman Untuk Touring

Karna cocoknya hanya buat ngeceng (gaul-gaulan), motor ini kurang mantap untuk bepergian jauh. Karna struktur dan bentuknya yang hanya unggul di desain “yang stylis itu” membuat penggendaranya kurang nyaman jika terlalu lama menggendarainya. Dengan mengedepankan desain, akhirnya kenyamanan pun tidak terlalu diperhatikan. Stang kendaraan yang lumayan pendek, membuat tubuh harus sedikit membukuk (apalagi yang tubuhnya berpostur tinggi) dan akhirnya pun kedua tangan harus menjadi tumpuan beban tubuh. Tapi itu tidak menjadi masalah yang serius bagi single fighter, karena yang terpenting touring is never ending, karena ini hanya opini singkat gue saja.
Dibalik kekurangan itu, sudah menjadi hal yang wajib diketahui bagi para rider yang ingin membeli, atau sudah memiliki untuk mengetahui kelebihannya, 

Akselerasi Tinggi

Dengan model yang ramping dan dilengkapi dengan cc 150 membuat daya akselerasi kendaraan ini sangatlah  tinggi. Satria FU lebih enteng untuk berakselerasi dengan kecepatan yang tinggi, namun tentunya pengendaranya juga harus yang sudah mahir.

Daya Tarik

Sudah menjadi hal yang wajar bagi kaum hawa menyukai hal-hal yang menarik. Sebenarnya gue kepengen punya FU bukan karena ingin cari gebetan (sudah punya coy, SOMBOOONG #tampar ploooook) namun karena memang keinginan sejak lama, dan kesampaiannya pas setelah punya cewek. (jadi yang sejak lama itu, pas lagi belom punya, haha).

Terlepas iya atau tidak, FU memang menjadi incaran bagi para hawa, entah apa yang menarik padahal lebih banyak yang lebih menarik dari motor ini, ya minimal sudah bisa mengangkat reputasi bung, Opss..
Ya, mungkin tiga saja ya ulasan singkatnya hmm, sudah kehabisan ide nih..

Satria FU sendiri menurut gue adalah motor yang unik, bagian depan bergenre motor laki dan bagian belakangnya bergenre bebek. Tetapi, justru dengan hal ini membuat para cewek juga tertarik untuk merasakan sensasi mengendarainya. Ya, sekali lagi menurut gue, Satria FU adalah jenis motor berkopling yang banyak digandrungi  kaum hawa, karena mereka pun ternyata ingin juga menjadi jongkinya (bukan nebeng).

Meski telah bermunculan produk-produk baru, dengan konsep sejenis atau varian jenis lain, Satria FU tetap memiliki daya saing yang tinggi di pasaran. Satria Fu yang ada di Indonesia beberapa diantaranya adalah model keluaran Thailand dan ada juga yang bukan, namun dari segi kualitas menurut gue beda tipis, katanya lebih baik yang Thailand sih dengan mesinnya yang bandel. Purna jual motor ini pun akan tetap tinggi dipasaran apabila tidak dimodifikasi ulang tertuma mesinnya. Jadi tidak rugi untuk memiliki satria Fu STANDAR.

ini yang namanya M Shoot



RAWATLAH DIA

Karena yang di gunakan aki kering, jadi selalu rawatlah kondisinya agar tidak cepat rusak. Dengan melakukan pemanasan pada mesin sebelum digunakan berkendara akan membuat umur aki lebih panjang. Yang pasti dengan menggunakan KICK STARTER bukan DOUBLE STARTER dalam pengaplikasiannya, karena jika langsung menggunakan double starter malah akan membuat umur aki kering-mu semakin pendek jika hal itu selalu dilakukan secara kontinyu. Karena dalam prosesnya malah akan memberatkan aki dalam kerjaannya bila langsung menggunakan saklar otomatis (double starter). Jenis aki kering adalah jenis aki yang tidak bisa di setrum ulang, akan tetapi kita harus menggantinya bila kondisinya sudah rusak.
Berbicara soal spare part, mahal. Maka dari itu selalu di servis dengan baik FU kita ini, jika sudah terasa tidak nyaman bila digunakan apalagi yang sudah jelas-jelas ada gangguan.

my beloved friend




Touring Is Never Ending

Reactions:

2 comments: