Merantaulah nak, agar kamu tahu arti rindu


Bapak, engkau tak pernah salah dalam mendidikku
Bunda, sampai kapanpun engkau tetap insan tanpa dosa dimataku

Pagi itu, aku melihat guratan-guratan yang jelas, guratan itu menahanku perlahan untuk duduk disampingnya, tersadar sosok pria tangguhku telah memasuki usia senjanya, bapak. Saat aku kehilangan arah dialah penuntunku, dialah penghias masa kecilku, aku ingin memeluknya, tak akan pernah ku lepas, tak akan kebiarkan senyum renyahnya usai menatap kekasih kecilnya ini beranjak dewasa.
“Anakku, kamu sekarang mengikuti jejak bapak, “ terdengar sayu di telingaku,
Aku tak menjawab, aku sudah tak kuat membendung kerinduanku dengan malaikat nyata di hidupku, Bunda. “bapakmu i ngomong e gak ngerti anak e sik kesel, mbok yo ben leren” tegur Ibuk terdengar syahdu, sudah lama aku tidak mendengarkan kesebalan-kesebalan kecilnya.

Akupun bergegas meninggalkan ibu sejenak, magnet bapak sangat kuat waktu itu, rambut putih yang hampir merata, senyum khasnya melihat berita-berita politik yang kian pelik, “ negoro wis rusak le,” kata bapak.
Aku menjawab dengan senyuman, ...kami berbincang sampai larut, dalam hati kecilku bertanya-tanya...aku ingin kecil lagi, apakah bisa?

“Ku ingin kembali pada masa itu
Saat semua tanpa masalah
Tak pernah merasa berdosa untuk berbuat
Jangan pernah halangi inginku waktu
Aku hanya ingin mengulang rindu dengan ayah
Sekedar nostalgia yang telah lama tersurat di laukhfilmakhfudz...”

Tuhan, aku ingin bersama bapak, aku ingin menjadi sahabat baiknya, aku tahu dia merindukan kekasihnya yang kecil, yang dulu selalu bersamanya...sejenak saja Tuhan, aku sungguh merindukannya sejak kepulanganku itu,..aku rindu,

Sang Pemimpi

Tenggorokanku tak bisa lagi menelan ludah, peluh ini tak hentinya menetes mengingat perjuangannya, jatuh bangunnya membesarkanku, aku tidak ingin mengecewakannya, wahai Tuhan Yang Maha Kasih.
Pukul setengah sebelas malam, bapak bergegas untuk beristirahat....bapak, aku tidur disampingmu boleh?” tanyaku dalam hati....malam itupun tiba-tiba hening.

Ibuuuuk, bolehkah aku memelukmu lagi? Seperti waktu kecil itu? saat aku takut ada orang gila? Jatuh terkena serpihan kaca, terbakar panas knalpot?

Ibu duduk didepan televisi, aku menatapnya sangat dekat...ku lihat kerinduan ibu tentangku begitu dalam, matanya nanar menatapku, akupun tak kuat ...aku pergi sejenak untuk merahasiakan air mataku dalam kegelapan rumah, “ bu sudah malam, ceritanya besok pagi ya?” tanyaku,
Iyo le, gek ndang leren” nada berat untuk mengiyakan...saat itu aku tahu, ibu akan kehilangan waktu 5 jam denganku..

Ibu, selalu khawatir tentang keadaanku, namun do’a yang dipanjatkan, ibu merindukanku, namun hanya pesan singkat dan suara putus-putus dari telepon genggamnya...ah sudahlah, orang tua diamana saja, kapan saja, siapa saja akan terus seperti itu kepada anaknya.

Ibu benar-benar menenangkanku, melegakan aku....diriku bukanlah aku tanpanya
Aku tidak bisa menulis tentang kisahmu ...aku tidak bisa memulai, karna aku takut tidak bisa berhenti,...
Biar kulampiasakan semua dengan do’a dan tetesan air mata saat aku harus berangkat ke perantauan, “Buk jaga kesehatan ya”, seruku kepada ibu yang menatapku penuh harap....

Arti Rindu di Perantauan........
Teman-temanku semua jangan pernah kita hanya terlalu sibuk tentang kuliah kita, karir kita, ataupun keluarga kita kelak, disaat semua berjalan, tanpa kita sadari mereka berdua, ayah dan ibu kita juga berjalan menuju masa senjanya, ...Pulanglah, jenguk dia, ajak bermain dia, buat dia tertawa seperti saat mereka membuat lelucon, menggelitik, menghibur untuk kesenangan kita, mereka sangat merindukan kita.
Cinta dan Sayangnya tak pernah terbalas, kerja kerasnya tak pernah terbandingi...sudah saatnya bagi kita tidak berusaha membalas cinta, sayang dan pengorbanannya, cukup berada didekatnya, temani dia.


Penggalan Cerita tentang Kepulangan Anak es-E (baru ditulis 40 % kejadian, 60 %nya lagi masih tersimpan rapih diingatan si Penulis dan Catatan Tuhan).
Reactions:

2 comments: