MOGSAW

MOGSAW akronim dari Messenger of God Shalallohu'alai wa salam, saya ambil dari sebuah judul lagu band metal asal Indonesia yang lirik-liriknya islami meski berbalut alunan musik hardcore, dan dandanan yang mencerminkan band-band hardcore pada umumnya. Tulisan ini adalah perassan rindu saya sebagai umat akhir zaman yang semoga dianggap sebagai umatnya, aamiin

.......

Dengan menangis Rosululloh SAW berbincang dengan sahabtnya, dengan peluh yang membasahi wajahnya, beliau berujar, "ada umatku kelak, yang mereka tidak pernah melihat melihatku, tidak pernah mendengar langsung suaraku akan tetapi kerinduannya tentangku sangat besar" . ..

Siapakan mereka...apakah umatnya saat ini, sampai-sampai belliau menangis terseu-sedu
kadang saya berfikir, ditengah carut-marutnya kondisi dunia yang semakin tua ini, saya bermain andai-andai, meskipun itu tiak boleh, karena mengingkari takdir....


Andai Rosulluloh ada ditengah-tengah kita, pasti aman, dunia ndak kacau balau, kebenaran gak terkotak-kotakan seperti saat ini, semua mengeklaim yang paling benar-dengan dalil-dalil yang dibawanya. Satu sama lain memaksa mengikuti ajaran-ajarannya, yang tidak sama mungkin ditoleransi namun siapa tahu, kecintaan terhadap golongan lebih besar daripada rasa toleransi yang ada, sehingga diam-dian rasa benci terhadap golongan yang berbeda mencuat.

Mungkin Aqidahnya sama, tapi syari'atnya berbeda sudah dibenci sedemikian rupa, namun bila bersama non muslim benar-benar toleran, ini siapa yang salah?
tentunya bukan ajaran Rosulluloh yang bermacam-macam syari'atnya, akan tetapi cara menyikapi umatnya dalam hal perbedaan-perbedaan yang ada ini yang salah.
Ada maksud bagi Rosululoh menjadikan bnyak variasi dalam ajarannya, seperti untuk sholat saja, bacaan iftitahnya berbeda-beda (yang penting dari nash/ dalil yang sahih, bukan dari hadist yang tidak jelas, karena dikhawatirkan hadist palsu, karena sudah sejak jaman dulu hingga sekarang banyak beredar hadist palsu), caranya takbir juga berbeda.

Sehingga solusinya, adalah bertabayun, adanya literasi, ditellah secara mendalam agar tidak larut dalam kebodohan. Sepertinya ada hadist yang memakai bahasa arab, dengan periwayat bernama arab, sudah dianggap hadist, itu salah besar, namun tetap dilihat sanadnya, perawinya apakah terputus atau tersabung dengan Rosullullah. bila terputus tinggalkan bila tersambung berarti shahih itu sah-sah saja bila diikuti. Karenan ilmuwan-ilmuwan barat yang memusuhi risalah ini terus belajar untuk membodohi, memech belah, dan membuat bingung umat yang mungkin beratus-ratus tahun yang lalu ditangisi Rosulluloh tersebut. melalui pembuatan hadist-hadist palsu terutama, Kalau Al Qur'an akan terjamin kemurniannya, karna Allah langsung yang menjaga.

Meski Alqur'an terjg kemurniaannya, tafsirannya belum tentu, banyak juga orang-orang yang memusuhi ajaran ini yang membolak-balikkan fakta kebenaran melalui tafsiran-tafsiran Al Qur'an. Wallahu'alam bishhowab, Shodaqollohul'adzim, Akhirnya hanya Allah yang benar, manusia hanya berusaha mencari yang terbaik, semoga bila salah diampuni Allah dan semoga juga mendapatkan syafaatNya dan Syafaat dari Rosulluloh, Baginda
Muhammad SAW.


Perlunya literasi Media

Media aoapun, berita saat ini yng terkesan memecah belah, begitupun juga hadist serta tafsiran Al Qur'an saaat ini yang terkadang membuat seseorang memiliki kebenarannya masing-masing harus tetap dipahami mendalam, karena pada akhirnya umat harus diberikan satu komando, biar tidak tercerai berai, seperti zaman Rosululloh, meskipun berbeda-beda tetapi tetap ada sosok yang bisa memberikan satu komando yang benar-benar mendapatkan petunjuk dan Inayah Allah SWT, layaknya Ka'bah yang menjadi arah pusat segala ibadah yang ada di dunia ini (atau bahkan di jagad raya ini), meskipun makhluk-makhlukNya beribadah di waktu yang berbeda-beda dan tempatnya yang tersebar diberbagai penjuru dunia maupun bintang-bintang yang ada, Semoga Allah memberikan hidayah melalui ajaran-ajaranNya dan Sunnah Sunah Shahih RosulNya
Reactions:

0 comments: