Menguak Fakta Sains Modern : Bumi Memang Datar

Bumi (di Siman) memang datar
Aku teringat dengan perkataan teman saya, dia adalah mahasiswi jurusan hubungan internasional di salah satu universitas swasta di Yogyakarta, dia juga salah seorang jurnalis, yang menyukai hal terselubung, menguak fakta-fakta disekitar yang memang perlu untuk diketahui. Sebut saya namanya Rina.

Pada saat itu kami mengobrol di kantin kantor dan membahas masalah yang tidak begitu menarik bagi beberapa kalangan, namun bagi profesi kami sangatlah menarik, yakni hal terselubung. Hal terselubung itu berujung pada kisah kaum penguasa elit dunia, Illuminati, tanpa basa-basi aku bertanya kepadanya, “kenapa ndak melakukan mbuat penelitian terkait illuminati?” Yang memang background pendidikannya dididik mengenal isu-isu global, yang aku pikir mungkin klau dia mampu membuat penelitian itu bisa bermanfaat bagi umat manusia (yah pikiran kaum-kaum penyuka teori konspirasi ya begini, cenderung meninggikan manfaat spionasenya, haha, tapi gak semua begini, akunya saja kaleee).

Dia bilang, “Teori Konspirasi itu tidak boleh dipakai untuk penulisan ilmiah (skripsi), kan teori konspirasi sampai kapan pun tidak pernah bisa dibuktikan”

Well, tulisan diatas hanya sekapur sirih, ya semacam prolog dari tema besar bulan-bulan terakhir yang bertendensi mengacaukan keyakinan dan pemikiran beberapa orang disekitarku, The Earth Is Flat.

Pada dasarnya. Semua teori itu bisa dibuktikan, meskipun butuh pemikiran dan percobaan yang bertahun-tahun, pun teori bahwa bumi itu datar. Seribu satu cara untuk membuktikannya memang tidak begitu berguna bagiku, namun hitam putih misterinya ini yang mengusik kebenaran fakta sains modern.

Di Dalam Al Qur’an, Allah menyampaikan pesan bumi telah dihamparkannya, Nah hampar itu bukan berarti datar, namun juga bukan berarti bulat. Lalu?

Allah pun menantang makhluknya bagi siapa saja yang ingin pergi ke luar angkasa, seperti yang diabadikan dalam Qur’an. Yang kurang lebih tafsiran Depagnya kalau saya interpretasikan dan tidak salah (mohon koreksinya) adalah, “Wahai sekalian manusia dan Jin apabila kalian ingin mendaki langit (luar angkasa), dakilah, kecuali dengan “Sulthon”. Sulthon bisa diartikan kekuatan, kekuatan disini saya tafsirkan sebagai sains.

Pelbagai hal telah dibuktikan sains, termasuk menemukan roket, baju astronot, gaya gravitasi dan lain-lainnya yang kesemuanya ada kaitannya dengan kosa kata untuk mendaki langit.

Pertanyaan besarnya, siapa yang sudah memiliki kekuatan tersebut, buktikan dan berikan fakta yang komprehensif tanpa ada motif tertentu sesuai dengan aslinya bahwa bumi itu bulat atau datar, sedatar perasaanku pada mantan jaman SD-ku :D

"Kamu tahu dimensi paralel? dimana kita yang berada di suatu tempat dengan kondisi yang sama, namun kita melakukan hal yang berbeda satu dengan yang lain" You Are The Apple of My Eye

Udah gini saja, waktu sudah malam, ikan sudah bobo




Reactions:

0 comments: