Birunya Cinta Kita

Tanggal 24 September 2016 ternyata telah menjadi takdir kami
hmm, ya itu hari sakral kami, kesaksianku di saksikan dihadapanNya dan kedua orang tua kami


Ijab Qobul dan Keempat Orang Tua 

Ibu, mungkin dia menangis melihat "kesanggupanku" menikahi seseorang yang akan menggantikannya mengurusku

Bapak, menerobos protokoler agar hanya bisa melihat prosesi sakral kala itu, dan tidak lupa merangkul dan mencium pipi kiri setelahnya, sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya

Ibu Mertua, saya tidak menyaksikan pastinya, hanya mendengar cerita dia hanya mencoba menenangkan ibu saya saat itu

Bapak Mertua, aku cukup mengenal beliau, dia adalah orang yang tenang, namun beda pada saat itu, saat dia sendiri yang menjadi wali pernikahan putrinya (tanpa orang yang dipasrahi) tangannya nggregeli yang cukup heran batinku , . . .

Bismillah

Alkhamdulillah


Ya Allah Ampuni dosa kami, dosa keempat orang tua kami
Mudahkanlah kehidupan rumah tangga kami, aamiin aamiin

Reactions:

0 comments: