Koleksi Buku, dari Hobi Menjadi Bisnis

Want it? Text me in Skype



Buku adalah jendela dunia yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan seseorang.  Buku membantu kita dalam segala hal tentang pengetahuan . Misalnya saja, dengan buku kita dapat berwisata tanpa harus mendatangi dan mengunjungi  suatu tempat, cukup dengan membaca, memahami dan menikmati isi yang ada di buku. Dengan buku semua hal yang ingin kita ketahui dapat kita peroleh dengan mencari referensi atau judul buku yang kita butuhkan.

Kegiatan membaca dan membeli buku tidak menutup kemungkinan berubah menjadi hobi mengoleksi buku. Dari buku yang sebelumnya hanya  iseng-iseng beli satu per satu untuk dibaca  sendiri, lama-kelamaan  terus bertambah. Setelah koleksi bertambah banyak, apa yang harus dilakukan dengan buku-buku tersebut?
Buku-buku yang tidak terpakai, bisa saja didonasikan atau diberikan kepada pihak lain yang membutuhkan, misalnya perpustakaan desa, atau perpustakaan anak-anak yang tidak mampu. Akan tetapi, jika koleksi buku dianggap sayang untuk didonasikan, bisa saja disusun atau diarahkan menjadi semacam perpustakaan pribadi.

Untuk membuat perpustakaan pribadi, buku bukan hanya dikumpulkan dan ditata rapi dalam suatu ruangan, tetapi memerlukan pengelolaan sendiri. Di dalamnya termasuk cara merawat buku dan identifikasi agar memudahkan ketika kita membutuhkannya.

Hekmi, mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyarankan untuk merawat koleksi buku dengan manajemen perpustakaan mini, misalnya dengan meyusun buku dalam rak khusus. “Kalau bisa, raknya lebih tinggi dari lantai supaya tidak lembab dan mudah rusak, dan tidak dijangkau oleh anak kecil,” katanya. Ia menambahkan agar buku disampul dengan plastik supaya tidak mudah kotor dan terkena debu.  Hal lain yang tak kalah penting, adalah membuat katalog untuk mengidentifikasi jenis buku, ”Katalog diperlukan agar lebih mudah ketika mencari sebuah buku,” tambahnya.



Bisnis

Tidak sedikit pencinta buku yang ingin berbagi, sehingga terkadang banyak yang menyalurkan hobinya ini dengan meminjamkan bukunya. Bahkan ada yang kemudian melihatnya sebagai peluang bisnis, yakni dengan membuka persewaan atau rental buku.

Untuk memulai bisnis persewaan buku, bisa diawali dengan pengelolaan sederhana. Hekmi mencontohkan, bila ada yang meminjam, ia menyarankan agar si peminjam meninggalkan identitas dan memberi tenggang waktu pengembalian, “Kalau masa tenggang sudah lewat, beri toleransi waktu selama tiga hari,” ujarnya. Ketika buku yang dipinjamkan  sudah melewati batas tenggang, buku harus diambil ke alamat atau tempat tinggal peminjam, “Bila perlu berikan sanksi berupa denda kepada peminjam, misalnya Rp. 500 per  buku dan dihitung per hari,” pungkasnya.

Lain halnya dengan Zamiratul Laely yang sudah menekuni bisnis persewaan buku ini dengan lebih serius. Ia mengaku, bisnisnya dimulai dari hobi membaca dan mengoleksi buku. Siapa sangka yang tadinya hanya membeli buku – buku bacaan untuk sekedar hiburan dan mengisi waktu luang, berubah menjadi bisnis yang menjanjikan. Koleksi buku-bukunya, seperti buku fiksi, non fiksi, antologi cerpen, puisi, humor, prosa dan lain-lain disewakan kepada teman-temannya dari ruangan kost yang diubahnya menjadi tempat persewaan, “Antusias penyewa lumayan cukup banyak,” ujarnya.

Perlukah Senyum, Salam, dan Sapa?

Manusia sebagai makhluk sosial tentulah memerlukan orang lain untuk saling membantu dan tolong-menolong untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal tersebut dapat tercapai dengan adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Untuk membentuk hubungan yang harmonis tersebut perlu adanya pola komunikasi yang baik bisa di awali dengan mengenal lebih dekat antar sesama kita.
 
Dalam masyarakat kita, ada istilah “tak kenal maka tak sayang” yang artinya jika kita tidak mengerti dan mengenal seseorang dengan baik maka kita tidak mendapat kasih sayang yang kita harapkan. Setelah kita mengenal lebih dalam kita perlu memupuknya agar hubungan kita semakin “mesra” dengan saling bertutur sapa ketika bertemu dengan senyuman yang paling indah yang kemudian di kenal dengan istilah senyum, salam, sapa atau yang biasa di singkat dengan 3S.

Kenalan dulu yuk sama minblog :') di channel daddyrockstar 

Menurut Mawadah, mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, penting sekali untuk membudayakan senyum, salam, dan sapa. Hal ini karena 3S sangat berperan dalam membentuk lingkungan sosial yang kondusif. “senyum, salam, dan sapa sebagai bentuk pencitraan bahwa seseorang itu ramah,” katanya. Sikap seperti ini sangat dianjurkan untuk dilakukan dalam situasi apapun, dimanapun, dan kapanpun seseorang berada. Menurutnya dengan sikap 3S ini akan timbul suasana akrab, baik di kalangan anak kecil, muda-mudi, maupun orang tua.

Senyum, salam, dan sapa merupakan sebuah rangkaian saling tegur sapa antar sesama. Dalam konteksnya 3S dilakukan oleh orang yang saling mengenal. Menurut Jurna Dadang Irawan, budaya 3S ini hanya terjadi pada orang yang saling mengenal. “Apabila sikap 3S ini dilakukan kepada siapa saja, maka akan terlihat aneh,” ungkapnya. Diakui oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” ini bahwa sulit bagi seluruh mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk membudayakan 3S di lingkungan kampus. Padahal, salah satu upaya menciptakan suasana kampus yang ramah dan nyaman yaitu dengan melestarikan kebiasaan senyum, salam, dan sapa. “Kemungkinan karena sikap individual yang tinggi sehingga kita sulit untuk membudayakan 3S,” akunya. 


Interaksi Sosial


Menurut peneliti sosial Wahyu Kustiningsih, bahwa 3S diperlukan untuk memperat hubungan sosial. Agar tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis, maka 3S perlu diterapkan. Namun, tidak perlu ngoyo dalam mewujudkan 3S. 3S akan tercipta dengan sendirinya ketika tidak ada prasangka negatif dari seseorang. Setidaknya tujuan dari 3S dapat mencegah dan memperkecil konflik sosial yang bersifat kekerasan. “Konflik memang diperlukan sebab hal terebut menunjukkan bahwa masyarakat bergerak dinamis, tetapi apabila mengarah pada kekerasan, maka perlu dihindari” ujarnya.

Baginya, 3S merupakan awal strategi dalam berinteraksi antar individu. Bermula dari interaksi dan pertukaran antar sesama, maka akan tercipta jejaring sosial. Jejaring sosial ini merupakan modal dalam kehidupan sosial di masyarakat.
Serupa dengan Wahyu, Warsino M.Pd, selaku pendidik menjelaskan bahwa 3S merupakan salah satu bentuk interaksi sosial seseorang ketika berjumpa dengan orang lain. 3S juga merupakan nilai universal sebagai bentuk perwujudan bahwa manusia itu sama atau sederajad. “3S diperlukan dalam rangka hablu minannas atau menciptakan hubungan baik sesama manusia,” tuturnya.

Dalam pemaparannya diungkapkan bahwa 3S sangat perlu diterapkan dalam kehidupan dalam rangka menebar kedamaian dengan sesama manusia, 3S perlu dibudayakan supaya menjadi bagian dari “karakter baik” manusia, sehingga kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun karakter itu telah menjadi kebiasaan yang enjoy untuk dilaksanakan, bukan sekedar kamuflase yang mudah berubah menurut situasi dan kondisi tertentu.

Penerapan 3S dulu dengan sekarang memang tampak berbeda. Semakin modern, semakin terkikis budaya 3S. Bisa jadi hal ini karena kurangnya pendidikan budi pekerti di tingkat keluarga. Orang tua terlalu sibuk sehingga tidak terlalu peduli dengan nilai budi pekerti. Cara membudayakan kembali melalui sektor pendidikan, baik pendidikan formal, nonformal  maupun dalam keluarga. “Hal yang utama dalam menanamkan sikap 3S pada anak adalah dengan memberikan teladan kepada mereka, sambil dipahamkan apa untung dan manfaatnya,” terangnya.



Warsono juga menandaskan bahwa 3S semestinya ditanamkan kepada setiap insan sedini mungkin, kalau mahasiswa sekarang dikatakan 3S-nya mulai luntur berarti ada yang error  pada pendidikan kita, oleh karena itu pendidikan kita perlu dibenahi. Tidak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan dan mulailah kebaikan itu dari diri sendiri.

Sosok yang mengaku terinspirasi dari  tayangan ‘Mario Teguh Golden Ways’ pun mengutip satu tagline “Jadilah mahasiswa yang cerdas sosial dengan mengimplementasikan 3S sebagai wahana berinteraksi dengan orang lain. Dengan 3S interaksi sosial akan berlangsung lebih nyaman, lebih mudah membuat jaringan baru dan 3S merupakan salah satu aspek kecerdasan sosial yang berpengaruh positif pada prestasi,” tutupnya. (Tim UIN Suka)




3S SEBAGAI MODAL SOSIAL


Dalam masyarakat Jawa, budaya senyum, salam, dan sapa (3S) ditempatkan sebagai  kearifan lokal. Namun, tidak dipungkiri bahwa kearifan lokal masing-masing daerah berbeda. 3S sebagai kearifan lokal Jawa belum tentu disepakati oleh masyarakat dari luar Jawa. Terlebih di Yogyakarta dengan masyarakat yang multikultural. “Banyak mahasiswa dari luar daerah di sini. Apabila 3S dipaksakan untuk diadopsi, hal ini bisa jadi mengikis budaya asal,” tutur Wahyu Kustiningsih, peneliti independen bidang sosial ini.

Bagi pemuda, 3S dapat digunakan sebagai awal untuk meningkatkan prestasi. Diawali dari keramahan sikap lalu terjadi suasana akrab, saling bertukar informasi, berkomunikasi lebih lanjut dan sharing pengetahuan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pendidikan dan meningkatkan prestasi. Namun, hal ini tergantung dari individunya. “Apabila mampu memanfaatkan 3S dengan baik, maka dapat mengubah kecerdasan sosial menjadi prestasi. Sebaliknya, apabila tidak mampu memanfaatkan secara optimal, maka 3S hanya berhenti sebagai sarana kecerdasan sosial saja,” ungkapnya.

Narsis Tak Sekedar Gaya

Masa remaja merupakan saat dimana seseorang tengah mencari jati diri. Banyak cara yang ditempuh remaja untuk menunjukkan jati dirinya. Hanya saja, ketika mengekspresikannya ada sebagian remaja yang cenderung berlebihan. Hal inilah yang biasa disebut narsis.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa narsis adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist), sedangkan perilakunya diisebut narsisme. Istilah ini berawal dari mitos Yunani yang mengisahkan seseorang yang terlalu mencintai dirinya sendiri, ia adalah Narkissos. Karena kecintaannya pada diri sendiri ketika ia bercermin di kolam, tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya untuk meraih bayangannya sendiri, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis. Karena itulah seseorang yang terlalu mengagumi dirinya secara berlebihan seringkali disebut narsis.

Remaja adalah sosok yang memiliki kecenderungan untuk menunjukan perilaku narsisnya, misalnya dengan mengekspresikan diri lewat berbagai situs jejaring sosial. Salah satunya Fata Hanifa, Mahasiswi Antropologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini tidak menyadari bahwa dirinya narsis, melainkan istilah tersebut ia dengar dari teman-temannya. “Aku sebenarnya tidak tahu narsis itu apa, tiba-tiba saja teman-teman bilang, `ih, Fata narsis banget!` “ ungkapnya ketika memajang foto-foto dengan berbagai gaya dan memuji diri sendiri. Sejak itu ia disebut sebagai orang yang narsis. “Kalau aku sih gak bermaksud narsis, cuma emang senang menunjukkan diri kepada khalayak dengan caraku sendiri. Kan ada istilah cogito ergo sum, kita berpikir maka kita ada,” paparnya.

Syefira Galuh Chandra juga demikian. Remaja yang tengah mengaji ilmu Bimbingan Konseling di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini  mengartikan narsis sebagai ekspresi diri. Menurutnya, kepuasan akan muncul ketika dia melihat hasil ekspresi dirinya karena hasil tersebut sangat berguna untuk kelanjutan karirnya kelak. “Foto-foto narsis saya selalu saya kumpulkan karena hal tersebut sangat berguna katika saya mengikuti casting yang notabene akan menunjang karier saya di dunia entertain, “ jelasnya.

Menurut gadis yang kerap dipanggil Peppy ini, narsis bisa diarahkan untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan eksistensi dirinya. Peppy yang telah memenangkan berbagai festival teater ini menjelaskan, bahwa narsis sangat erat hubungannya dengan prestasi. “Salah kalau orang narsis itu dibilang gak tau malu. Kalau diasah dan diarahkan pasti bisa menuju pada prestasi-prestasi yang luar biasa, misalnya model, artis, atau dunia hiburan lainnya,” ungkapnya.

Mari Mengunjungi Museum

Belajar dari Sejarah 

Sejarah merupakan salah satu pintu untuk memahami jati diri sebuah bangsa. Karena identitas bangsa tergambar jelas dalam sejarahnya. Bukan sekedar kenangan masa lalu, lebih dari itu sejarah merupakan titik tolak untuk lebih bijak dalam menatap masa depan. Sejarah bisa menolong kita agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.

Untuk mempelajari sejarah, salah satunya dengan mengunjungi museum. Museum berfungsi sebagai gudang dokumentasi yang sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui sejarahnya. Menurut Koeswinarno, Dosen Antropologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, museum memiliki dua fungsi pokok, yakni sebagai acuan untuk melihat realitas ke depan dan sebagai formula menjaga kelestarian budaya.

Sayangnya, saat ini, museum semakin tidak diperhatikan. Kesadaran masyarakat untuk mengunjunginya masih sangat minim. Sehingga setiap hari, suasana sepi terlihat hampir di semua museum, termasuk di Yogyakarta. Menurutnya, ada dua faktor yang menyebabkan minimnya pengunjung museum. “Pertama, karena museum diposisikan sebagai ‘gudang’ sejarah dan tidak diaktualisasikan secara baik oleh pemerintah, sehingga masyarakat pun kurang tertarik untuk mengunjunginya. Kedua, pada prinsipnya sesorang tidak suka membicarakan masa lalu, orang lebih suka untuk membicarakan masa depan. Sehingga museum sebagai tempat untuk menilik kembali sejarah tidak diminati lagi,” paparnya.

“Museum sekarang sudah nggak menarik lagi buat anak-anak jaman sekarang,” kata Sherlyta, siswi kelas tiga SMP ini ketika ditemui di museum Perjuangan Yogyakarta. Ia mengungkapkan, tujuannya mengunjungi museum hanya untuk sekedar iseng saja. Begitu juga dengan Aji Digdaya, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta ini mengaku, dirinya mengunjungi museum hanya ketika ada tugas kuliah saja.

Kurangnya minat masyarakat mengunjungi museum bagi kebanyakan orang mungkin bukan masalah. Tapi tidak bagi Suyatno. Penjaga museum Kareta Karaton Yogyakarta ini mengungkapkan, dirinya merasa miris ketika museumnya sepi pengunjung. Museum yang dijaganya hanya ramai dikunjungi hanya ketika liburan sekolah saja. Sedang pada hari-hari biasa, pengunjung cenderung sepi.

Di samping sepinya pengunjung, Suyatno juga mengeluhkan masalah biaya perawatan benda-benda koleksinya. Menurutnya, tidak ada dana tetap dari pemerintah. Selama ini, jika ada koleksi museum yang rusak, pihak museum hanya mengajukan datanya ke Sultan. “Kalo Sultan menerima, ya Sultan memberi dana untuk perbaikan,” ujar pria yang sudah bertugas sejak tahun 1985 ini.




Klasik


Minimnya ketertarikan masyarakat untuk mengunjungi museum adalah masalah klasik, jelas Agus Murdiyastomo, Dosen Pendidikan Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di kota yang terkenal sebagai Kota Pendidikan ini saja, para pelajar dan mahasiswanya belum sadar akan pentingnya mengunjungi museum. “Justru yang banyak itu malah pelajar dari luar Jogja. Seperti Palembang, NTT, dan kota-kota lain,” jelasnya.

Sebagai pengelola Museum Pendidikan Indonesia UNY, Agus mengaku punya cara khusus untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya museum. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Hal terpenting adalah makna benda-benda itu. Karena itu, peran museum sangatlah penting.

Dalam pandangan sastrawan Iman Budi Santoso, fenomena sepinya museum adalah akibat dari sifat dasar manusia yang selalu ingin maju. “Setiap hari orang sibuk meriset masa depan, tapi sayangnya mereka sukar menoleh ke belakang. Museum itu bagian dari kegiatan menoleh ke belakang tersebut,” paparnya. Cara pandang yang seperti di atas adalah salah, tegas penulis yang telah melahirkan puluhan buku ini. “Kita boleh mengejar angan-angan ke depan, tapi kita harus tahu dari mana kita melangkah. Menilik sejarah adalah upaya berintrospeksi. Dan hanya dengan instrokpeksi kita bisa tahu sampai mana kita melangkah!” (Tim UIN Suka).



Tergusurnya Budaya Bersepeda

Sekarang, masyarakat Indonesia telah memasuki zaman yang sama sekali berbeda. Perkembangan tekhnologi meninabobokan semua orang, hingga tanpa disadari mengakibatkan pergeseran budaya secara besar-besaran. Salah satunya di bidang transportasi, khususnya sepeda.

Dulu, kita masih melihat sepeda memenuhi jalan di kota-kota, termasuk Yogyakarta. Di kota ini, semua kalangan mulai dari pegawai, pelajar, mahasiswa, hingga penjual sayur menggunakan alat transportasi tersebut sebagai penunjang aktivitasnya. Tapi setelah memasuki tahun 2000-an, keberadaan sepeda mulai tergeser oleh sepeda motor. Promo besar-besaran dan sistem kredit murah yang dijalankan dealer-dealer sepeda motor, memudahkan masyarakat untuk memilikinya. Alhasil, dalam dasawarsa terakhir, sepeda hampir tidak lagi diminati.

Sulistyaningsih, dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, mengaku prihatin dengan fenomena ini. Dosen yang sesekali menggunakan sepeda ke kampusnya ini, pernah mengalami kejadian yang sempat membuatnya jera menggunakan sepeda. “Waktu kuliah, saya pernah trauma menggunakan sepeda gara-gara mau diserempet motor. Tapi ada satu hal yang membuat saya semangat lagi bersepeda ke kampus, karena bagi saya setiap tetesan keringat adalah semangat mencari keilmuan,” tuturnya.

Sulis  berpendapat, ada dua faktor  yang mempengaruhi masyarakat untuk beralih dari sepeda ke sepeda motor. Pertama, adanya pergeseran fungsi sosial ekonomi yang menuntut orang untuk beraktivitas lebih cepat. Kedua, adanya tuntutan sosial budaya yang menjadikan sepeda motor sebagai simbol statusnya.

Pendapat di atas dibenarkan Nuruz Zahro. Mahasiswi Poltekes Kemenkes Yogyakarta ini mengaku lebih memilih menggunakan sepeda motor karena lebih cepat, aman, dan nyaman,  meskipun dari rumah kos ke kampusnya dapat dicapai dengan sepeda. “Memakai sepeda motor lebih praktis dan cepat, apalagi sebagai mahasiswa kegiatan saya cukup padat,” ungkapnya.

Bagi sebagian besar masyarakat seperti Nuruz, hadirnya sepeda motor sangatlah menunjang kegiatanya. Tetapi, bagi kalangan lain, tergesernya sepeda bukanlah kabar baik. Haryono Arif (58) misalnya, mengaku menurunnya pengguna sepeda adalah pukulan bagi dirinya. Sebagai penjual sepeda, peralihan dari sepeda ke sepeda motor berpengaruh terhadap usahanya. “Penjualan sepeda sekarang cenderung menurun, tidak seperti beberapa puluh tahun lalu,” ujar pria yang telah membuka usahanya sejak tahun 1977 itu. Untungnya, masih ada jenis sepeda yang mulai diminati kalangan pelajar dan mahasiswa, yakni sepeda jenis fixed. “Tapi, naiknya penjualan sepeda jenis ini tergantung trend dan musiman, seperti sepeda BMX yang dulu sempat digemari,” jelas Haryono.

Menentukan Niche Market Bagi Produk Anda

Target - Internet
Dear internet marketer…

Seperti Anda ketahui, ada banyak sekali cara untuk mencari uang di internet.

Anda dapat menghasilkan uang di internet dari memajang iklan di blog Anda, dengan mendapat komisi affiliasi dari memasarkan produk orang lain, bisa juga dengan membeli produk orang lain dan memberinya label sesuai nama Anda (master resale right), maupun dengan membuat produk Anda sendiri, atau lainnya.

Menghasilkan uang di internet bisa Anda lakukan dengan metode yang manapun yang Anda suka. Tapi terlepas dari apapun metode yang Anda pilih, untuk bisa berhasil dengan baik, ada suatu langkah yang perlu Anda lakukan, yaitu : memilih ceruk pasar (niche market).


Dan, Anda harus melakukan ini sebelum Anda menginvestasikan uang dan waktu Anda. Jika tidak, bisa jadi Anda hanya membuang uang dan waktu mempromosikan produk yang tidak ada orang yang mau membelinya.

Niche market sendiri secara garis besar bisa dibilang adalah “pangsa pasar” yang bisa Anda pilih. Apakah itu berdasar umur, kebangsaan, bahasa, jenis kelamin, usia, level income, atau yang lainnya. Terserah Anda, sesuai produk yang ingin Anda jual.

Niche market biasanya bersifat sangat spesifik, dan tidak terlalu lebar.

Contoh market yang bukan merupakan niche market niche adalah: toko mobil.

Yang pertama ini bukanlah niche market. Kenapa? Sebab mobil sangat banyak sekali jenisnya, dan juga banyak sekali mereknya. Dan hampir setiap toko mobil menyediakannya.

Contoh yang merupakan produk niche market adalah: toko mobil sedan antik.

Kalau yang kedua, baru dikatakan niche market. Mengapa dikatakan niche market? Jawabannya karena adalah produk yang ditawarkan sangat spesifik, tidak terlalu umum.

Lalu kenapa Anda harus mentarget niche market? Jawabannya, sebab dengan mentarget niche market berarti Anda menghemat biaya promosi dan tidak bersaing dengan kompetitor lain yang memiliki dana lebih besar untuk mempromosikan produk yang bersifat umum.

Jika Anda memposisikan diri sebagai toko mobil biasa, maka saingan Anda akan banyak sekali. Dan orang pun akan sulit mengingat toko Anda (karena banyaknya toko serupa). Tetapi jika Anda memposisikan toko Anda sebagai toko mobil sedan antik, orang akan mudah mengingat toko Anda, dan bisa dipastikan jarang sekali saingannya.

Nah, untuk memastikan Anda berada di jalur yang tepat, berikut saya berikan beberapa aturan dasar tentang memilih niche, silakan diikuti :
Pastikan Anda mentarget sebuah pasar yang spesifik, tidak terlalu umum.

Seperti contoh sebelumnya, jangan buat sebuah web tentang berjualan mobil, tetapi buat web yang khusus untuk menjual mobil sedang antik. Buat situs Anda unik, dan dikenal karena keunikannya tersebut.

Jika Anda membuat sebuah web “toko mobil online”, maka saingan Anda ada ribuan website lain. Tapi kalau situs Anda lain, misalnya hanya menjual produk mobil sedan antik, maka saingan Anda akan jarang sekali. Dan orang-orang pun akan ingat situs Anda pada saat mencari barang tersebut
Pastikan bahwa market yang Anda incar memiliki masalah, dan Anda memiliki solusinya.

Jangan mencoba menjual sesuatu yang tidak dibutuhkan orang. Jangan menjual apa yang Anda rasa dibutuhkan orang, tapi juallah apa-apa yang memang benar-benar dibutuhkan orang.

Misalnya: jika Anda melihat sekelompok petani memiliki masalah dengan banyaknya hama dan serangga yang merusak hasil panen mereka, maka juallah solusi untuk masalah mereka (misal: pestisida / pembasmi serangga).
Pastikan bahwa market Anda mau (dan mampu) untuk membayar solusi yang Anda tawarkan.

Jika market Anda tidak mau atau tidak mampu membayar produk atau jasa yang Anda tawarkan, Anda tidak akan menghasilkan banyak profit! Cari tahu sebanyak apa kemampuan (dan kemauan) target market Anda, dan pastikan Anda bisa menjual produk atau jasa yang mereka butuhkan dengan harga yang sesuai, dan tetap mendapat profit.

Misal: Anda membuka sebuah jasa web design online. Maka, pastikan bahwa layanan yang Anda berikan harganya tidak terlalu mahal untuk ukuran target market yang Anda tuju. Jangan berikan harga terlalu murah yang membuat Anda rugi, jangan berikan harga terlalu mahal yang membuat orang lari.
Terakhir: berikan nilai tambah yang memikat pada produk dan jasa Anda.

Pastikan Anda tidak hanya asal menjual produk / jasa, tapi pastikan juga bahwa produk dan jasa Anda memiliki nilai lebih dibanding kompetitor Anda.Misal: jika Anda membuka sebuah jasa pembuatan web online, berikan jaminan bahwa design Anda untuk paket tertentu bisa jadi lebih cepat sekian hari dari pesaing Anda, berikan jaminan bahwa jika tidak puas uang kembali (dan harus Anda tepati), dan sebagainya.

Yang terakhir, tapi termasuk yang terpenting: Jangan lupa berikan keunikan tersendiri dari produk dan jasa Anda, yang tidak bisa didapatkan oleh orang lain jika mereka membelinya dari pesaing Anda. Berikan juga bonus khusus jika mereka membeli produk yang Anda jual, dan tidak membeli produk serupa dari pesaing Anda.

Sesudah Anda melakukan langkah-langkah di atas, Anda akan lebih siap untuk memasarkan sebuah produk atau jasa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar. Anda juga akan dapat segera menjalankan bisnis online Anda (apapun itu), dan mulai meraih keuntungan secepatnya. Lakukanlah semuanya, sekarang juga.

Demikian tips kali ini dari saya. Semoga bermanfaat.

Untuk kesuksesan Anda!



http://haryoprabowo.com/menentukan-niche-market-bagi-produk-anda/

8 Tips Memilih Nama Domain

Dear rekan-rekan pebisnis online,..

Untuk setiap project bisnis online yang akan kita laksanakan, tentunya kita akan selalu membutuhkan sebuah nama domain yang sesuai dan representatif untuk mengembangkan “merek” bisnis kita tersebut. Jika tidak, hal ini bisa berdampak pada kurang efektifnya usaha marketing yang kita kembangkan.

Lalu, bagaimana cara untuk memilih nama domain yang bagus?

Berikut tips-tipsnya.


Internet


[1] Pilih nama yang mewakili bisnis Anda

Jika bisnis Anda berkisar seputar jual beli baju, usahakan pilih nama domain yang memiliki unsur kata baju di dalamnya. Jangan beli domain dengan nama yang tidak ada hubungannya, bahkan bertentangan. Misalnya, jika Anda menjual baju, Anda bisa pilih nama domain tokobaju.com, dan jangan memilih nama tokokomputer.com



[2] Usahakan memilih domain berakhiran .Com

Seperti haryoprabowo.com, tokobaju.com, tokobuku.com, dan seterusnya. Dan bukan tokobaju.net, tokobuku.org, tokomesin.biz, atau yang lainnya.

Kenapa? Karena domain dengan akhiran .com identik dengan domain bisnis. Bahkan identik dengan nama domain secara umum.

Jika ada dua buah domain bernama tokobuku.com dan tokobuku.net, kira-kira orang akan mengingat yang mana ketika mengetikkannya di jendela browser? Domain .com jawabannya.



[3] Pilih nama domain yang mudah diingat

Selain itu, pilihlah nama domain yang mudah diingat konsumen. Banyak pengguna website yang hingga hari ini masih mengandalkan ingatan mereka untuk membuka suatu situs yang pernah mereka buka (dan mereka sukai) sebelumnya.

Kalau Anda mencari gudang software gratisan, mana yang akan Anda ingat dengan lebih baik: softwaregratis.com, atau ubergratissoftwaresite.com?

Saya yakin, pilihan pertama jawabannya.



[4] Pilih nama domain yang pendek

Dalam banyak kesempatan, lebih singkat nama domain Anda, maka lebih baik untuk bisnis Anda.

Daripada membuat domain dengan nama tokobajuibuindah.com, jauh lebih baik membuat nama tokobaju.com saja. Domain yang pendek lebih mudah diingat dan lebih elegan dibanding nama domain yang panjang.



[5] Hindari nama domain yang memakai angka

Dan jangan memilih nama domain yang penulisannya ambigu, atau bisa ditulis dengan banyak versi.

Misalkan, domain 123.com. Saat ada teman bermain ke rumah Anda dan bertanya tentang domain yang Anda miliki, mungkin Anda bisa berkata bahwa domain saya adalah “satu dua tiga”.com. Tapi kira-kira apa yang akan ditafsirkan oleh teman Anda?

Apakah 123.com? Atau satu2tiga.com? Atau satuduatiga.com?

Memusingkan, bukan? Dan juga memungkinkan kesalahan ketik. Karenanya, hindarilah.



[6] Hindari bentrokan dengan masalah hak cipta

Berikutnya, untuk menghindari masalah di kemudian hari, usahakan untuk tidak memakai nama domain yang sudah ada hak ciptanya. Seperti menggunakan merek-merek besar.

Jika Anda bukan orang yang memiliki akses untuk boleh memakai merek “Toyota” katakanlah, maka jangan pernah membuat domain dengan nama “Toko-Toyota.Com” atau “Toyota-Resmi.com”. Anda tidak akan pernah tahu kapan pemegang merek merasa tersinggung dengan nama domain Anda, dan mengadukan Anda ke pengadilan atas masalah pelanggaran hak cipta tersebut.



[7] Untuk personal branding, gunakan nama Anda

Jika Anda menggunakan domain Anda untuk mengembangkan nama Anda sendiri, gunakanlah nama Anda. Misalkan: HaryoPrabowo.com. Jangan gunakan nama barang, apalagi nama orang lain.



[8] Terakhir, gunakan “top” atau “best” atau sejenisnya untuk website review

Jika Anda membeli domain yang dipergunakan untuk affiliate marketing dengan tipe review, adalah ide yang bagus untuk memakai kata “best” atau “top” dalam nama domain Anda.

Saya beri contoh untuk domain review web hosting, gunakanlah nama : besthosting.com, tophosting.com.

Kenapa? Karena biasanya orang mencari web hosting terbaik di search engine seperti google dengan keyword “best web hosting” atau “top hosting” atau sejenisnya. Dengan memiliki nama domain yang mirip dengan keyword yang diinginkan, potensi situs Anda untuk berada di halaman awal search engine akan lebih besar lagi.



Yap, baiklah,.. mungkin itu saja dulu tips-tips memilih domain kali ini. Semoga bermanfaat untuk Anda yang akan membeli domain pertama kalinya atau akan membeli domain berikutnya.

Mohon komentar dan masukannya, siapa tahu ada yang punya tips berharga lainnya

Untuk kesuksesan Anda!

PS: semua nama domain yang saya tuliskan di atas hanyalah contoh. Tidak ada niatan untuk mendiskreditkan atau menjatuhkan pihak mana pun.



http://haryoprabowo.com/8-tips-memilih-nama-domain/

8 Langkah Sederhana Namun Ampuh Membangun Bisnis eBook Anda Sendiri.















8 Langkah Sederhana Namun Ampuh
Membangun Bisnis eBook Anda Sendiri.




Langkah #1
Jangan pernah memulai bisnis tanpa
mengetahui jurus profit ini. Bukankah
Anda bisnis ingin dapat untung? Anehnya
banyak orang yang lupa dengan jurus ini.
Ini adalah langkah pertama yang harus
dilakukan dalam bisnis.

Langkah #2
Jika Anda belum bisa menulis, Anda akan
dipandu bagaimana menyulap diri Anda
menjadi seorang penulis handal. Menulis
ebook saja menjadi mudah, apalagi
menulis artikel yang bisa Anda gunakan
menjadi senjata pemasaran.

Langkah #3
Setelah Anda bisa menulis, saatnya
membuat ebook laris. eBook yang bakal
laris adalah ebook yang isinya
berkualitas dan berbobot, tetapi jangan
lupa dengan faktor tampilan. Anda akan
dipandu melalui ebook ketiga ini.

Langkah #4
Gunakan sistem terbaik agar Anda
mendapatkan keuntungan yang optimal
dalam bisnis ebook. Bukan sekedar
menampilkan ebook di website atau toko
online. Ada sistem terbaik yang banyak
digunakan oleh para marketer dunia.

Langkah #5
80% pengguna internet menggunakan search
engine. Wordpress adalah mesin terbaik
untuk menjangkau pelanggan dari search
engine. Dapatkan rahasianya, agar banyak
pengunjung ke website Anda. Gratis lagi.

Langkah #6
Email adalah salah satu senjata paling
ampuh dalam menjual dan mendatangkan
pengunjung ke website Anda. Dapatkan
strategi jitu, elegan, dan bebas SPAM
cara pemasaran melalui email.

Langkah #7
Mau cepat-cepat mendatangkan uang?
Tenang ... Ada caranya. Anda bisa
mendatang uang sesaat setelah ebook
dan sistem penjualan Anda siap.
Kombinasi cara cepat ini dengan
pemasaran via wordpress dan email
akan memberikan penghasilan berlipat
ganda.

Langkah #8
Ini adalah jurus pamungkas yang akan
membuat penghasilan Anda berlipat
berkali-kali. Dalam dua tahun, saya
mengalami 3 kali peningkatan 100% dalam
penghasilan bisnis internet dengan
menggunakan jurus pamungkas ini.
Berapa kali Anda naik gaji 100% dalam
2 tahun?

disadur dari
http://www.usahaterbaik.com/?ref=rahmat

poem


Sore



Masih merenung diriku di dalam kesunyian ini
pikiranku kesana kesini sambil melihat warna kuning langit,
sembari melihat tingginya pohon-pohon bambu itu
seakan-akan mengingatkanku akan masa laluku

Sesaat adzan magrib pun terdengar sayu-sayu ditelingaku
namun diriku masih termenung diam seorang diri dengan pena yang menari-nari di atas kertas






Ponorogo,17 Januari 2008
18.04